Dark/Light Mode

Baru 10 Persen Kuasai Industri Keuangan Syariah

Saham Dwiwarna BSI Ibarat Booster

Sabtu, 16 April 2022 07:30 WIB
Warga melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan BSI Mobile di Jakarta, Senin (21/3/2022). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengembangkan BSI Mobile dengan fitur pembayaran pajak kendaraan bermotor secara
Warga melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan BSI Mobile di Jakarta, Senin (21/3/2022). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengembangkan BSI Mobile dengan fitur pembayaran pajak kendaraan bermotor secara "real time" dan sudah terintegrasi dengan sistem aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional) serta telah melayani 15 provinsi di Indonesia pada tahap awal. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym).

 Sebelumnya 
Sebagai contoh, BSI memiliki data, saat ini ada 278.255 masjid di Indonesia. Dengan jumlah masjid tersebut, terdapat peluang ekonomi syariah dari potensi penghimpunan Zakat, Infaq, Sedekah dan wakaf (Ziswaf) dengan nilai hampir Rp 400 triliun.

Adapun industri halal di Indonesia potensi nilainya sekitar Rp 4.375 triliun. Dari total nilai tersebut, industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu Rp 2.088 triliun.

“Ekonomi ini tidak dapat berkembang secara optimal tanpa dukungan sektor keuangan. Begitu pun sektor keuangan, tidak akan tumbuh tanpa permintaan sektor riil,” jelas dia.

SDM Bank Syariah

Baca juga : Saham Dwiwarna BSI Bakal Jadi Booster Industri Keuangan Syariah

Pengamat ekonomi perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto mengatakan, salah satu isu utama industri keuangan syariah adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurutnya, belum ada SDM yang menguasai perbankan syariah sebaik perbankan konvensional. Padahal bila melihat jauh ke belakang, Indonesia sudah 30 tahun memiliki bank syariah.

“Sudah saatnya kita memiliki SDM bank syariah yang unggul,” kata Doddy di Jakarta, Kamis (14/4).

Menurut Doddy, persoalan utama kesenjangan SDM tersebut karena selama ini belum ada bank syariah yang dapat menyaingi bank konvensional besar. Baik dari segi aset maupun permodalan. Sehingga diversifikasi bisnis pada setiap bank syariah pun terbilang minim.

Baca juga : Perkuat Kemajuan Industri Keuangan, APEI Dan Ajaib Gelar Turnamen Golf

“Adanya bank syariah yang masuk 10 besar bank nasional (BSI), diharapkan bisa mencetak bankir syariah murni yang memiliki kemampuan bersaing dengan bankir bank konvensional,” harap Doddy.

Sebagai informasi, per Desember 2021, BSI menjadi bank terbesar ketujuh di Indonesia dari sisi aset. BSI mencatat jumlah aset naik 10,73 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi Rp 265,29 triliun.

Hadirnya BSI membuat Indonesia memiliki raksasa bank syariah baru yang akan diperhitungkan di tataran global. Pasalnya, aset yang dimiliki BSI sudah setara lebih dari 17 miliar dolar AS (Rp 244,4 triliun).

Adapun dalam data 100 bank syariah dengan aset terbesar di dunia pada 2021 versi The Asian Banker, BSI belum terdaftar.

Baca juga : Khofifah Harap OJK Mampu Perkuat Industri Keuangan Jatim

Kendati demikian, dengan jumlah aset tersebut, BSI setidaknya satu peringkat di bawah Public Islamic Bank asal Malaysia. Salah satu bank syariah asal negeri jiran itu asetnya sebesar 17,8 miliar dolar AS (Rp 255,9 triliun) dengan menempati urutan ke-20.  [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.