Dark/Light Mode

Buat Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran

BUMN Bakal Gelontorin Daging Impor Ke Pasar

Selasa, 19 April 2022 07:30 WIB
Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso (kiri) didampingi Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum BULOG, Mokhamad Suyamto (kanan) menunjukkan daging kerbau impor yang tiba di Terminal Mustika Alam Lestari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/4/2022). Pemerintah melalui Perum BULOG mendatangkan daging kerbau impor dari India untuk tahap kedua yang diperkirakan akan tiba sampai dengan lebaran mendatang sebanyak 36 ribu ton yang digunakan untuk alternatif pilihan bagi konsumen. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU).
Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso (kiri) didampingi Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum BULOG, Mokhamad Suyamto (kanan) menunjukkan daging kerbau impor yang tiba di Terminal Mustika Alam Lestari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/4/2022). Pemerintah melalui Perum BULOG mendatangkan daging kerbau impor dari India untuk tahap kedua yang diperkirakan akan tiba sampai dengan lebaran mendatang sebanyak 36 ribu ton yang digunakan untuk alternatif pilihan bagi konsumen. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU).

 Sebelumnya 
Bhima menuturkan, saat Ramadan dan jelang Idul Fitri, fluktuasi harga pangan termasuk daging sapi memang tidak bisa dihindari. Karena, jumlah permintaan biasanya meningkat. Oleh sebab itu, harus diikuti dengan kecukupan pasokan sebagai bentuk antisipasi.

“Pemerintah bersama BUMN diharap mampu memastikan ketersediaan daging sapi untuk konsumsi domestik cukup. Bukan hanya untuk Ramadan dan Idul Fitri, tapi juga kebutuhan di sepanjang tahun 2022,” pintanya.

Sebelumnya, Pemerintah sudah mendatangkan 2.000 ekor sapi hidup yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/4).

Baca juga : AP I Prediksi Lonjakan Penumpang Lebaran 452 Persen

Selain disalurkan ke masyarakat, sebagian sapi hidup akan digemukkan lebih dulu untuk memenuhi kebutuhan daging pada Idul Adha mendatang.

Hal itu disampaikan, Kepala Badan Pangan Nasional atau NFA (National Food Agency) Arief Prasetyo Adi. Menurutnya, impor sapi Australia ditujukkan untuk memenuhi kebutuhan daging selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2022. Yaitu, Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha 2022. Serta bagian dari upaya ketahanan pangan dalam menjaga pasokan dan stabilisasi harga sapi.

“Kami berupaya menjaga stok sapi hidup, baik pengadaan dalam negeri melalui mobilisasi sapi hidup lokal, maupun cadangan pengadaan impor,” kata Arief melalui siaran pers, Selasa (12/4).

Baca juga : DPRD Ingatkan DKI Jangan Sembarangan Usulkan Raperda

Menurut Arief, sapi-sapi hidup ini akan terus berdatangan, baik melalui BUMN Holding Pangan maupun sektor private (feedloter) lainnya.

“ 2.000 ekor sapi hidup yang datang ini sebagian turun di Jakarta, sebagian di Lampung dan siap dikirim ke sentra-sentra. Lalu ada juga mobilisasi sapi dari Sumbawa (Nusa Tenggara Barat/NTB),” jelasnya.

Dia menuturkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memobilisasi sapi dari satu daerah ke daerah lain, atau dari pulau satu ke pulau lain dari sentra peternak.

Baca juga : Diduga Lakukan Penganiayaan Putra Siregar Dan Rico Valentino Dilaporkan Polisi

“Ini terkait kemudahan distribusi logistik pangan melalui Tol Laut. Jadi paralel ke depannya akan ada kapal-kapal ternak, ada juga kapal biasa,” katanya.

Ia menilai, ketersediaan stok pengadaan dari dalam negeri juga menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga ke depannya.

Untuk itu, NFA bersama Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian BUMN, Satuan Tugas (Satgas) Pangan juga akan melakukan fattening atau penggemukan sapi selama dua sampai tiga bulan ke depan. [IMA/DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.