Dewan Pers

Dark/Light Mode

Krisis Terus Menguat

Ketum KADIN: Indonesia Berpeluang Jadi Katalisator Perekonomian Global

Sabtu, 14 Mei 2022 18:45 WIB
Ketum KADIN Arsjad Rasjid (ketiga kiri) dalam KTT ASEAN-AS di Washington DC, Sabtu (15/5). (Foto: Instagram)
Ketum KADIN Arsjad Rasjid (ketiga kiri) dalam KTT ASEAN-AS di Washington DC, Sabtu (15/5). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konflik geopolitik Rusia dan Ukraina mengakibatkan munculnya krisis global di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, konflik politik juga telah berimbas dan menyebabkan terjadinya krisis pangan global.

Hal ini menjadi ancaman yang lebih berat bagi dunia. Saat ini, terjadi kelangkaan beberapa komoditas bahan pangan seperti kedelai dan gandum. Serta berkurangnya pasokan dan produksi bahan pangan di beberapa negara, akibat kemarau panjang.

Ditambah lagi, kelangkaan pasokan minyak akibat perang. Ini menyebabkan inflasi global, yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum.

Berita Terkait : Dukung Ketahanan Pangan, Sharp Indonesia Bangun Ekosistem Bisnis Pertanian

Inflasi yang tinggi dapat melemahkan daya beli masyarakat.  Dampaknya sangat memukul masyarakat yang kurang mampu. Berpotensi menyebabkan krisis sosial.

Memicu risiko peningkatan angka kemiskinan. Kesenjangan sosial semakin melebar.

Seperti diketahui, proteksi bahan pangan masing-masing negara sudah mulai dilakukan. Tak ada lagi slogan pro-ekspor untuk bahan pangan.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid menegaskan, fenomena ini dikhawatirkan dapat berdampak sistemik. Baik berupa krisis sosial, maupun politik.

Berita Terkait : Berkunjung Ke Jakarta, Wamenlu Norwegia Bertemu Trenggono Sampai Hadiri Pertemuan ASEAN-Norway

"KADIN Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, dalam upaya pencegahan dan meminimalisir krisis pangan. Sehingga, tidak berdampak menjadi krisis sosial, yang kemudian bisa menjadi krisis politik dalam negeri,” kata Arsjad.

Arsjad menambahkan, KADIN Indonesia akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan Indonesia di sektor pertanian.

KADIN Indonesia memiliki sebuah program pendampingan UMKM dengan skema close loop, yang ditujukan untuk membina para petani. Serta menciptakan kerja sama antara perusahaan besar maupun kecil, dengan para petani di Indonesia.

Program inklusif ini diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan petani Indonesia, di tengah tantangan inflasi dan perubahan iklim.

Berita Terkait : Jerman-Indonesia Pererat Kolaborasi Atasi Masalah Perubahan Iklim

Walaupun dampak inflasi di Indonesia relatif kecil dibanding dengan inflasi global dan di negara lain, Indonesia harus bersiap diri dan mengantisipasi terhadap imbas inflasi global.

Dibutuhkan gotong royong, dialog sosial dan kerjasama antara berbagai pihak termasuk pemerintah, pelaku usaha, buruh untuk menghadapi tantangan krisis ini.

Kerja sama antar negara juga sangat penting. Indonesia dalam hal ini memegang peran yang kritikal dalam mempererat kerjasama ekonomi international ini, terutama melalui presidensi G20 2022.
 Selanjutnya