Dewan Pers

Dark/Light Mode

Teken MoU Dengan Bank NTT

Hore, JakCard Bank DKI Bisa Dipakai Di NTT

Rabu, 25 Mei 2022 21:05 WIB
Bank DKI dan Bank NTT meneken Nota Kesepahaman (MoU) pembayaran digital melalui co-branding uang elektronik dan aplikasi digital. (Foto: Istimewa)
Bank DKI dan Bank NTT meneken Nota Kesepahaman (MoU) pembayaran digital melalui co-branding uang elektronik dan aplikasi digital. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank DKI dan Bank NTT meneken Nota Kesepahaman (MoU) pembayaran digital melalui co-branding uang elektronik dan aplikasi digital. MoU  tersebut ditandatangani Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi serta Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh. 

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, ke depannya Bank DKI akan mendukung Bank NTT dalam implementasi transaksi non-tunai dengan menggunakan ekosistem digital yang dimiliki Bank DKI serta branding yang dipilih oleh Bank NTT. Selain itu Bank NTT dapat menggunakan platform digital ataupun produk E-channel milik Bank DKI yang akan terintegrasi dengan JakCard sebagai kartu prepaid milik Bank DKI. Adapun penggunaannya dapat digunakan untuk berbagai merchant yang telah bekerjasama dengan Bank NTT maupun sebaliknya. 

Berita Terkait : Teken MoU, Grab Dan BSSN Jamin Keamanan Siber Mitra Pengemudi & Merchant

“Kolaborasi ini semakin mendorong perluasan penerapan transaksi non-tunai di seluruh Indonesia, dan harapannya dapat memberikan peningkatan ekonomi di berbagai sektor,” ujar Herry Djufraini dalam keterangan tertulis, Rabu (25/5).

Sebagai informasi, pengembangan kartu uang elektronik JakCard Bank DKI telah dimulai sejak tahun 2007 saat pertama kali izin JakCard diterbitkan. Hingga tahun 2021 JakCard telah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan transaksi non-tunai penggunanya seperti tiket transportasi MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Railink dan jaringan Mikrotrans. Selain itu, JakCard juga dapat digunakan sebagai tiket masuk ke berbagai lokasi wisata dan pembayaran berbagai merchant. Kinerja JakCard hingga tahun 2021 sendiri telah mencapai 3,8 juta kartu beredar dengan volume transaksi mencapai Rp 10,5 milyar.

Berita Terkait : Jika Diolah Dengan Baik, FABA Bisa Bawa Banyak Manfaat

Berbagai kolaborasi yang dijajaki Bank DKI dengan sejumlah BPD tidak hanya menjadi bentuk implementasi sinergi BPD Seluruh Indonesia namun juga menjadi penanda kepercayaan terhadap kapasitas teknologi yang dimiliki Bank DKI. 

“Bank DKI juga terus berupaya untuk menghadirkan layanan ekosistem digital atau e-channel untuk mendorong penerapan transaksi non-tunai di berbagai komunitas di DKI Jakarta melalui JakOne Community Apps seperti JakOne Erte, JakOne Artri, dan Ancol Apps. Ke depan, Bank DKI akan terus melakukan inovasi layanan perbankan digital seperti JakOne Pay dan JakSchool,” tutup Herry Djufraini. (MRA)