Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kembangkan SDM Berkompeten, BSI Garap Potensi Bisnis Milenial

Selasa, 14 Juni 2022 20:30 WIB
Foto: dok. BSI
Foto: dok. BSI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen menyasar target generasi milenial yang mencapai 53,81 persen dari total populasi di Indonesia, untuk itu pendekatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan.

Salah satunya dengan menekankan pada pembangunan capacity building karyawan di kelompok usia tersebut untuk mendorong literasi keuangan syariah.

Generasi milenial merupakan gabungan dua generasi yang memiliki rentang usia antara 11-41 tahun saat ini mencapai 145,39 juta jiwa atau 53,81 persen dari total populasi penduduk di Indonesia.

“Saat ini, 73,8 persen karyawan BSI merupakan kelompok milenial, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk melakukan literasi keuangan dan perbankan syariah sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi dan Kementerian BUMN,” terang Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi di Jakarta, Selasa (14/6).

Tribuana mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan empat pesan kepada BSI saat meluncurkan bank syariah terbesar di Indonesia. Salah satunya menggarap potensi generasi milenial di Indonesia yang sangat besar.

Berita Terkait : Kasus Suap Ade Yasin, KPK Garap Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan

Kementerian BUMN, melalui Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sejak awal proses merger, juga menekankan kepada BSI untuk menggarap target market milenial.

“BSI terus mendukung peningkatan kemampuan dan capacity building SDM pegawai BSI melalui program training, pendidikan spesialisasi yang komprehensif di dalam dan luar negeri, sehingga harapannya SDM-SDM insan BSI yang kompeten untuk menjadi agen literasi keuangan syariah,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, saat ini BSI telah memiliki lebih dari 10.000 pegawai generasi milenial yang siap menjadi agen-agen literasi keuangan syariah di lebih dari 1.400 kantor cabang BSI di seluruh Indonesia.

Selain itu, dukungan penuh juga diberikan kepada talenta-talenta terbaik BSI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Master atau Doktoral yang mendukung profesi sebagai sharia bankers.

Tercatat sebanyak 64 pegawai BSI sedang menjalani perkuliahan di Binus University, BRI Institute, IPB, ITB, LSPR, Telkom University, UGM, UI dan Unpad.

Berita Terkait : Ekosistem Keuangan Syariah Nasional Kuat, BSI Siap Go Global

Sebanyak tiga pegawai BSI melanjutkan studinya di luar negeri, antara lain University of Birmingham, University of New South Wales, University of Strathclyde Business School.

BSI juga telah membuka program development bagi pegawai baru seperti ODP dan MDP, sejak 1 Februari 2021 lalu dengan total 293 pegawai yang telah lulus dari program development ini.

Selain itu, ada empat pegawai yg akan diikutkan dalam program attachment di Dubai, dimana BSI baru saja meresmikan kantor perwakilannya di sana.

 

Sebanyak 80 talent yang eligible mendapat program S2 dari BSI tahun ini. BSI melakukan kolaborasi dan sinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk pengembangan ekonomi syariah di kalangan milenial serta mendorong penguatan ekonomi nasional melalui berbagai strategi baik di internal maupun kolaborasi dengan para stakeholders di pusat dan daerah.

Staff Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyampaikan, bahwa kinerja BUMN di tahun 2021 tumbuh signifikan yakni perolehan laba bersih mencapai Rp 126 triliun.

Berita Terkait : Kembali Latihan, Ini Jadwal Laga Persib Di Piala Presiden

Berbagai transformasi dan inovasi terus dilakukan BUMN, salah satunya memberikan kesempatan kepada generasi milenial untuk memberikan kontribusi dan ide-ide cemerlang bagi kemajuan BUMN dan Negara, salah satunya melalui kesempatan menjadi jajaran manajemen di beberapa BUMN.

Ada empat faktor kunci untuk BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2045 diantaranya hilirisasi sumber daya alam, potensi ekonomi digital, BUMN yang professional dan transparan serta pengembangan human capital di BUMN.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan SDA, tetapi juga perlu diperkuat oleh knowledge based economy,” kata Arya di kesempatan yang sama. ■