Dark/Light Mode

G20 High Level Seminar

Airlangga Ingatkan 3 Hal Untuk Jaga Ketahanan Pangan Negara, Nomor 1 Kurangi Sampah Makanan

Jumat, 15 Juli 2022 19:34 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam G20 High Level Seminar yang bertajuk Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity di Bali, Jumat (15/7). (Foto: Humas Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam G20 High Level Seminar yang bertajuk Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity di Bali, Jumat (15/7). (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berkomitmen memberikan perhatian kepada sektor pertanian. Demi meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dan aktivitas perekonomian nasional.

Dalam G20 High Level Seminar yang bertajuk “Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity” di Bali, Jumat (15/7), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual menegaskan, negara-negara di dunia perlu mempercepat dan memperkuat kolaborasi global, untuk mengatasi tantangan dalam ketahanan pangan.

“Negara-negara G20 perlu berkomitmen untuk bahu-membahu, dan memperkuat kolaborasi global. Demi mengatasi tantangan ketahanan pangan global,” tegas Menko Airlangga.

Indonesia mengusulkan ketahanan pangan menjadi prioritas utama, dan harus dimulai dari diri sendiri. Ada tiga upaya yang dapat dilakukan, untuk menguatkan ketahanan pangan sebuah negara.

Baca juga : Menko Airlangga Pastikan Ketersediaan Pangan Strategis Nasional Memadai

Ketiga upaya tersebut adalah mengurangi sampah makanan, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, dan membangun ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Untuk mengurangi sampah makanan, Menko Airlangga mengatakan, inisiatif kecil seperti mengubah menu prasmanan ke a la carte dan menyimpan makanan dengan baik, dapat memberikan dampak yang signifikan.

Mengenai pengembangan diversifikasi pangan lokal, Menko Airlangga mengatakan, Indonesia telah mengembangkan makanan dan industri lokal seperti sagu, sorgum, singkong, dan buah-buahan lokal sebagai upaya optimalisasi potensi pemanfaatan lahan dan pangan lokal.

Di sisi lain, upaya diversifikasi pangan lokal juga dilakukan untuk mengembangkan industri pengolahan pangan lokal.

Baca juga : Airlangga: Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Pangan

Menko Airlangga menjelaskan, Indonesia saat ini juga tengah membangun ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Indonesia melakukan penguatan yang lebih komprehensif pada rantai produksi pertanian dari hulu ke hilir. Mengembangkan Corporate Farming, Closed Loop, Food Estate, dan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Di hulu, pemerintah telah mengembangkan kebijakan untuk melindungi sawah di 8 provinsi seluas 3,8 juta hektar dan akan terus meluas ke provinsi lain. Di hilir, pemerintah memastikan konsumen mendapatkan akses pangan yang aman dan berkualitas, melalui penguatan cadangan pangan nasional, terutama di tingkat petani, pembangunan infrastruktur, dan logistik pangan,” beber Menko Airlangga.

Dia kembali menekankan pentingnya kolaborasi antar negara, dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.

Baca juga : Unilever dan Waste4Change Aktifkan Digitalisasi Pendataan dan Penelusuran Sampah Plastik

“Setiap negara, termasuk Indonesia, perlu menyediakan dan menyiapkan cadangan minimum pangan yang tidak hanya untuk satu negara. Tetapi juga untuk negara lain. Negara-negara perlu bekerja sama untuk saling menyiapkan cadangan pasokan pangan, sehingga kita dapat bertukar ketika sangat membutuhkan,” pungkas Menko Airlangga. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.