Dewan Pers

Dark/Light Mode

Desa Digital Kerek Ekonomi Pedesaan

Kamis, 21 Juli 2022 16:20 WIB
Ilustrasi desa digital. (Foto: Ist)
Ilustrasi desa digital. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Pemprov Jawa Barat menyelenggarakan acara bimbingan teknis (bintek) peningkatan kapasitas bagi para pelaku UMKM dan operator desa. 

Kegiatan ini menindaklanjuti rencana aksi pelaksanaan Proyek Prioritas 1 (P1) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.

Bintek ini mengusung tema "Desa Digital Kolaboratif dan Inovatif," tersebut diadakan secara hybrid sejak Selasa, 19 Juli 2022 hingga Jumat 22 Juli 2022.

Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves, Djoko Hartoyo memaparkan, desa digital merupakan salah satu program transformasi digital yang diinisiasi oleh pemerintah sejak diterbitkannya Perpres 87 di awal tahun 2021. 

Program ini diimplementasikan untuk mengurangi kesenjangan arus informasi yang terjadi di unit terkecil pemerintahan. Berdasarkan data International Business Machines (IBM) tahun 2021, dari total 5.312 desa di Jawa Barat, masih ada 624 desa tidak ada internet, dan 470 desa blank spot.

"Mengacu pada data tahun 2021, sejumlah 49 kawasan desa digital yang telah tersedia infrastruktur internet belum memperoleh literasi digital. Acara ini pun bertujuan untuk menjembatani hal tersebut dan mendorong kolaborasi serta inovasi," jelas Asdep Djoko, Kamis (21/7).

Berita Terkait : Wapres Diminta Gerak Cepat Bangun Papua

Sesuai namanya, desa digital diterapkan dengan memanfaatkan jaringan internet serta teknologi informasi yang terintegrasi dalam pelayanan publik dan kegiatan perekonomian. Teknologi internet of things (IoT) pun menjadi potensi solusi untuk peningkatan produktivitas, pendapatan ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat pedesaan yang belum mengenal pentingnya manfaat inovasi digital secata optimal.

Dengan akses internet yang merata, pemerintah berambisi menjadikan Indonesia sebagai negara digital. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi nasional antara pemerintah, swasta, dan stakeholders terkait untuk menghubungkan yang tidak terhubung. 

Dari sisi pemerintah, Kemenko Marves berkolaborasi dengan Kominfo; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; dan Pemprov Jabar untuk menjalankan program tersebut.

Sebagai salah satu pihak yang mengoordinasikan implementasi Perpres 87/2021, Asdep Djoko tentunya mendukung peningkatan perekonomian desa digital. Mengutip Perpres 87/2022, dia mengatakan, pengembangan desa digital dilakukan di kawasan Rebana (Kabupaten Subang, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Cirebon, serta Kota Cirebon) ditambah pembangunan desa digital di 120 desa di Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Pangandaran.

Dalam acara yang sama, Kepala Biro Perencanaan Kominfo, Arifin S. Lubis mengatakan, pentingnya pemanfaatan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara maksimal. "Semua harus diterapkan sesuai kebutuhan dan semua harus memegang visi membangun bersama. Dengan memiliki konsep dan tekad yang kuat, maka proyek akan berkelanjutan dan terarah," ucapnya.

Desa digital berperan dalam meningkatkan akses informasi dan pengetahuan, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di desa, menarik investasi ke desa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa, serta mengatasi kesenjangan pusat dan daerah. Sejauh ini, terdapat 4.223 BUMDes di Jawa Barat yang sudah tergabung dan memperoleh pendampingan dari e-commerce.

Berita Terkait : Usai Biden Ke Saudi, Putin Pedekate Ke Iran

"Saya yakin jumlah tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang melalui penyelenggaraan bimbingan teknis. Kami berupaya agar terlaksana pembangunan inklusif dan tidak ada yang tertinggal, sebagaimana komitmen Sustainable Development Goals di tahun 2030," pungkas Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Setiawan Wangsaatmaja.

Pada kesempatan yang sama, Asdep Djoko menuturkan saat ini sudah ada kisah desa digital yang sukses di Desa Puntang, Kabupaten Indramayu. “Di sana, ikan-ikan diberi makan dengan memanfaatkan pengaturan waktu melalui teknologi digital,” tuturnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jabar, Dewi Sartika. "Akang, teteh, semua masih muda, semoga semangatnya juga menggelora untuk menghasilkan inovasi," sebutnya. 

Ia berharap dari kemampuan dan kapasitas para peserta dalam mengolah data dapat mengembangkan kota, mengingat digitalisasi menjadi tulang punggung peningkatan ekonomi.

"Oleh sebab itu, dari acara hari ini kami berharap para peserta dapat membuat komunitas supaya ada sharing knowledge," ujar Asdep Djoko. 

Komunitas dinilai penting agar dapat menghasilkan inovasi, juga mencapai output dan outcome yang diinginkan.

Berita Terkait : Analis: Inovasi Digital Pacu Kinerja Siloam

Setelah kegiatan dibuka, acara dilanjutkan dengan diskusi literasi digital bersama Khemal Andrias selaku Tim Penyusun Kurikulum Literasi Digital 2022. Ia pun memaparkan tentang pentingnya literasi digital di tengah era modern ini. Akibat jumlah pengguna dan durasi penggunaan internet yang meningkat, hoaks semakin banyak. "Dalam bermedia digital, kita harus mampu terapkan konsep cakap, aman, dan etis," ungkapnya.

Kemudian, setelah sesi tersebut berakhir, sekitar 90 orang champion desa (pelaku UMKM) dan operator desa mengikuti bimbingan teknis bersama para ahli di bidangnya. Champion dilibatkan dalam pelatihan peningkatan ekonomi digital, sedangkan operator ikut serta dalam seminar pengembangan desa digital melalui aplikasi layanan desa bernama Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation (Sideka-NG).

Selain itu, di ruangan yang berbeda juga diadakan konsolidasi dan penyiapan kegiatan yang tercantum dalam rencana induk Perpres 87/2021 yang membahas tentang update capaian dan evaluasi program percepatan pengembangan wilayah yang ditetapkan dalam kebijakan tersebut.

"Selain mengadakan bimtek desa digital, kami juga menyempatkan untuk menjalin kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan daerah," tutur Asdep Djoko. 

Rapat tersebut dilakukan dengan para perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah agar Kemenko Marves dapat mengetahui secara langsung tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh pelaksana di daerah.