Dark/Light Mode

Bandara Tjilik Riwut Dikelola AP ll

BKS: Akhirnya Pecah Telur Juga

Kamis, 20 Desember 2018 15:19 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) menyaksikan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti (tengah) dan Direktur Utama PT Angkasa Pura
II Muhammad Awaluddin, bertukar piagam usai penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan
Bandara Tjilik Riwut di Jakarta, Rabu (19/12). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) menyaksikan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti (tengah) dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, bertukar piagam usai penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan Bandara Tjilik Riwut di Jakarta, Rabu (19/12). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Menurut BKS, sapaan akrab Budi Karya Sumadi, model kerja sama yang diterapkan ini merupa¬kan bagian dari program jangka panjang pemerintah. Karena, melalui kerja sama dengan badan usaha dalam pengelolaan bandara, maka pemerintah bisa me¬manfaatkan dana APBN untuk pembangunan dan pengelolaan bandara-bandara di wilayah lain yang masih membutuhkan. 

Baca juga : BKS: Bisa Setop Perang Tarif

“Dengan mengalihkan pengelolaan, Kemenhub bisa fokus untuk fungsi regulator. Selain itu, pemerintah bisa membangun bandara di daerah pedalaman dan sebagainya. Sedangkan, bandara yang berpotensi secara komer¬sial, akan kami kerja samakan dengan BUMN,” katanya.  Mantan Dirut Angkasa Pura II ini menambahkan, setelah penandatangan diharapkan kinerja di Bandara Tjilik Riwut makin baik, pelayanannya makin bagus, aset yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Baca juga : Ekonomi Digital & Marginalisasi Hak Konsumen

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menuturkan, terkait aset yang dikerjasamakan totalnya mencapai Rp 3,6 triliun. Aset tersebut terdiri dalam bentuk tanah 1 bidang dengan luas 3.882.950 meter persegi, peralatan dan mesin dengan jumlah 3.104 unit, gedung dan bangunan sejumlah 81 unit, jalan irigasi dan jaringan sejumlah 74 unit.  “Aset tetap lainnya sejumlah 9 unit, aset tidak berwujud sejumlah 5 unit,” ungkap Polana. 

Baca juga : Freeport Kembali Ke RI Tinggal Hitungan Hari

Dirut Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, dengan adanya Bandara Tjilik Riwut, menambah jumlah bandara yang dikelola AP II menjadi 16 unit.  “Semula AP II mengelola 13 bandara. Kemudian dipercaya mengelola Bandara Banyuwangi mulai akhir 2017 dan Bandara Kertajati pada awal 2018,” kata Awaluddin. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.