Dark/Light Mode

Genjot Pengembangan Bandara

AP I Dapat Suntikan Rp 5 T Dari 3 BUMN

Rabu, 19 Desember 2018 11:46 WIB
(Dari kiri) Direktur Komersial Bank Tabungan Negara  BTN) Oni Febriarto, Direktur Keuangan Angkasa Pura I Novrihandri, Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini, dan Direktur Bisnis Komersial BRI Syariah Kokok Alun Akbar, berbincang usai penandatanganan kerja sama Pendanaan Pengembangan Bandara di Jakarta, kemarin. (Foto : Istimewa)
(Dari kiri) Direktur Komersial Bank Tabungan Negara BTN) Oni Febriarto, Direktur Keuangan Angkasa Pura I Novrihandri, Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini, dan Direktur Bisnis Komersial BRI Syariah Kokok Alun Akbar, berbincang usai penandatanganan kerja sama Pendanaan Pengembangan Bandara di Jakarta, kemarin. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura I (AP I) mendapat suntikan dana segar Rp 5 triliun. Pendanaan berasal dari PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan PT BRI Syariah. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bandara yang berada di bawah kelola AP I.

Penandatanganan perjanjian dilakukan Direktur Utama AP I Faik Fahmi bersama Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Utama SMI Emma Sri Martini, dan Direktur Bisnis Komersial BRI syariah Kokok Alun Akbar di Jakarta, kemarin.

Faik Fahmi mengatakan, fasilitas kredit Rp 5 triliun tersebut bertenor lebih dari 10 tahun dengan grace period 5 tahun. Dalam pendanaan kali ini, perseroan juga melibatkan perbankan syariah. Pada 2016, perseroan juga telah menerbitkan sukuk ijarah senilai Rp 500 miliar untuk belanja modal (Capital Expenditure/Capex).

Baca Juga : SBY & Wiranto Berbalas Pantun

“Tahun  ini kita melakukan proses pendanaan eksternal sebesar Rp 5 triliun untuk membiayai realisasi capex dan sebagian di 2019,” ujarnya. Pada tahun depan, AP I siapkan capex sekitar Rp 17,53 triliun. Rp 13 triliun-nya berasal dari pendanaan eksternal. Menurut Faik, sepanjang 2019-2023, perseroan menargetkan capex sebesar Rp 76 triliun.

“Capex tersebut didanai dari pinjaman lembaga keuangan, penerbitan obligasi, sekuritisasi aset dan juga melalui partnership dengan mitra strategis,” ujarnya. Menurut Faik, AP I tengah menghadapi kondisi pertumbuhan penumpang yang jauh lebih tinggi dari kemampuan perseroan menyediakan kapasitas bandara (lack of capacity). Untuk mengatasi hal tersebut, perseroan tengah melakukan pembangunan dan pengembangan bandara. 

“Kami harap melalui penandatanganan perjanjian ini dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis, meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna jasa di bandara yang kami kelola,” tambah Faik. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kerja sama ini bentuk sinergi BUMN untuk meningkatkan dan fasilitas bandara guna memperlancar arus transportasi udara. 

Baca Juga : ESDM Jamin Pasokan Listrik Di Labuan Bajo

“Untuk mendukung pembangunan infrastruktur kami memberikan komitmen pendanaan senilai Rp 2 triliun,” katanya. Menurut Maryono, BTN memberikan fasilitas pembiayaan (non revolving loan) kepada AP I untuk aktivitas usaha, pengembangan bandara dan investasi rutin. 

“Sinergi dengan AP I ini menjadi langkah strategis BTN untuk mendukung pengembangan infrastruktur,” ujarnya. Maryono mengatakan, sektor infrastruktur memberikan efek bergulir bagi industri lain. Apalagi, pengembangan bandara efeknya bisa langsung bisa dirasakan masyarakat, dan membuat industri lain bergerak. Selain itu, pengembangan bandara juga bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh orang asing. Sebab, bandara merupakan fasilitas vital transportasi orang dan barang. 

“Pembiayaan sektor infrastruktur ini akan terus ditingkatkan dengan membuka kerja sama dengan BUMN lain yang terkait oleh infrastruktur, transportasi dan pendukungnya,” tukasnya. Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengatakan, kerja sama ini merupakan kali kedua dengan AP I untuk mendanai pengembangan bandara. 

Baca Juga : Salam 2 Jari Anies Dipermasalahkan

Menurut Emma, suntikan dana untuk pengembangan bandara bentuk komitmen perseroan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya, untuk pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. 

“Kami mendukung terwujudnya konektivitas antar daerah dan menjembatani kebutuhan pembangunan infrastruktur pada sektor bandara di Indonesia sebesar lebih dari Rp 364 triliun,” imbuh Emma. Sementara itu, Direktur Bisnis Komersial BRI Syariah Kokok Alun Akbar berharap, kerja sama ini bisa terus berlanjut dan berkembang pada pemanfaatan produk-produk perseroan ke depannya. 

“Dengan kerja sama ini, BRI syariah dapat berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur bandara-bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura I,” tandasnya. [IMA]