Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bantu Fasilitasi Dan Urus Perizinan

Bahlil Kawal KS-Posco Perluas Investasi Baja

Jumat, 29 Juli 2022 06:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM menandatangani MoU dengan POSCO dalam kunjungan kerjanya mendampingi Presiden RI Joko Widodo ke Seoul, Korea Selatan (28/7). (Dok: Kementerian Investasi/BKPM)
Menteri Investasi/Kepala BKPM menandatangani MoU dengan POSCO dalam kunjungan kerjanya mendampingi Presiden RI Joko Widodo ke Seoul, Korea Selatan (28/7). (Dok: Kementerian Investasi/BKPM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) dan Posco, untuk perluasan kapasitas produksi dan baja otomotif kendaraan listrik.

Penandatanganan dilaku­kan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Dirtektur Utama KS Silmy Karim dan CEO Posco Kim Hag-Dong di Soul, Korea Selatan, Kamis (28/7). Penandatanganan kerja sama ini juga disaksikan langsung Presiden Jokowi.

Bahlil mengatakan, total ren­cana investasi proyek ini sebesar 3,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 52,381 triliun (kurs Rp 14.966 per dolar AS). Dan akan dimulai pada 2023.

Selain itu, kerja sama ini juga dilakukan dalam rangka fasilitasi rencana proyek pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bahlil berharap, perluasan in­vestasi ini berjalan sesuai rencana. Sehingga dapat berkontribusi untuk mendorong peningkatan produksi baja otomotif di Indonesia.

Berita Terkait : Bahlil Percepat Pengembangan Investasi Hijau Berkelanjutan

“Investasi ini juga akan memper­cepat terwujudnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian Investasi/BKPM, kemarin.

Perluasan investasi ini, lanjut Bahlil, akan berkontribusi be­sar pada pertumbuhan industri baja di Indonesia. Karena itu, pihaknya akan mengawal proses perizinan dan insentif yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami akan fasilitasi dan beri dukungan penuh agar proyek ini berjalan lancar. Izin akan kami bantu urus. Kalau ada masalah, jangan ragu laporkan kepada kami,” tegas Bahlil.

Meski memastikan komit­men untuk memberikan du­kungan dalam perizinan dan insentif, Bahlil menekankan kembali adanya kewajiban untuk melakukan kolaborasi dengan pengusaha lokal dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.

Keterlibatan pelaku UMKM dalam proyek kerja sama ini juga dipastikan oleh Kementerian In­vestasi/BKPM, dengan tetap mem­perhatikan kapabilitas dan kapasi­tas pengusaha lokal sebagai rantai pasok dan pemasok potensial.

Berita Terkait : KS-Posco Tambah Investasi Rp 52,3 T Buat Perluas Produksi Baja

Silmy Karim mengatakan, dukungan Pemerintah akan sangat membantu perkembangan rencana perluasan investasi Krakatau Steel dan Posco.

 

“Melalui kesepakatan ini, kami akan berkolaborasi mengimple­mentasikan rencana investasi sesuai target,” kata Silmy.

Kim Hag-Dong menyampai­kan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Investa­si/BKPM telah memfasilitasi proyek ini. Mulai dari awal sam­pai dengan tahap perluasan.

“Kami harap investasi ini dapat berkontribusi positif ter­hadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. Dan terus meningkatkan hubungan kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea Selatan,” harap Kim.

Posco telah berinvestasi di Indo­nesia melalui PT Krakatau Posco, sebuah perusahaan joint venture antara PT KS dengan Posco yang berdiri sejak tahun 2010.

Berita Terkait : Generasi Milenial Dan Investor Ritel Kuasai 60 Persen Saham Di Pasar Modal, Ini Tips Investasi Yang Tepat

PT Krakatau Posco bergerak di sektor industri baja dengan total investasi 3,7 miliar dolar AS, dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 7.000 orang.

Selain itu, Posco juga men­jadi bagian dari konsorsium LG dalam proyek grand package in­dustri baterai listrik terintegrasi. Total nilai investasi mencapai 9,8 miliar dolar AS.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investa­si Korea Selatan sepanjang periode 2017 sampai semester I-2022 berada pada peringkat 5, dengan capaian 9,08 miliar dolar AS.

Nilai tersebut didominasi oleh investasi pada sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain yang menca­pai 1,69 miliar dolar AS (18,6 persen). Disusul oleh investasi di sektor listrik, gas dan air sebesar 1,35 miliar dolar AS (14,9 persen). [NOV]