Dewan Pers

Dark/Light Mode

DTI-CX Ajak Perusahaan Teknologi Kebut Transformasi Digital Indonesia

Kamis, 4 Agustus 2022 16:43 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Digital Transformation Indonesia Conference & Expo 2022 (DTI-CX) telah resmi berjalan di Jakarta Convention Center sejak 3 sampai 4 Agustus 2022. Pameran dan Konferensi Transformasi Digital Pertama di Indonesia ini mendukung percepatan transformasi digital nasional.

President Director PT Adhouse Clarion Events Toerangga Putra mengatakan, bidang keahlian dan kemampuan perusahaan penyedia solusi teknologi yang hadir di DTI-CX sangat beragam.

"Mulai dari cyber security, Artificial Intelligence (AI), enterprise solutions, system integrators, talent and  training, hingga cloud and data management," kata Toerangga dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (4/8).

Dalam pameran tersebut seluruh perusahaan yang hadir siap mendukung percepatan transformasi teknologi di Indonesia. DTI-CX 2022 juga menggelar konferensi yang berperan sebagai ruang diskusi mengenai isu-isu penting yang erat kaitannya dengan transformasi digital.

"Kegiatan tersebut mengusung tema Transforming People, Business, and Society (Menyinergikan Transformasi Pelayanan Publik, Pelaku Bisnis, dan Masyarakat,)" ujarnya.

Konferensi ini menghadirkan 85 pembicara terkemuka dari industri terkait serta dihadiri oleh 1.000 delegasi. Mereka terdiri dari senior level di sektor Pemerintah, Jasa Keuangan, Telekomunikasi, Logistik, FMCG, e-Commerce, Manufaktur, Energi, Utilitas, dan Infrastruktur.

Tidak hanya sesi konferensi, DTI-CX menjalankan pameran dengan profil peserta yang ekstensif serta dapat memberikan kesempatan bagi organisasi atau perusahaan untuk menemukan solusi teknologi yang bisa membantu dan menjalankan transformasi digital.

Berita Terkait : Pentingnya Strategi Pengelolaan SDM Untuk Hadapi Transisi Energi Indonesia

Sekaligus, sebagai sarana berjejaring yang ideal. "Ada ribuan pengunjung pameran yang hadir pada DTI-CX," katanya.

Ia mengatakan, selama pameran para pengunjung bertemu langsung dengan perwakilan dari 50 perusahaan teknologi terkemuka yang siap meningkatkan pengalaman transformasi digital menuju organisasi yang produktif dan inovatif.

"Kami mengajak semua menjadi bagian dalam menyukseskan percepatan transformasi digital di Indonesia,” tegas Toerangga.

 

Ia menerangkan, di hari pertama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny GPlate resmi membuka gelaran perdana DTI-CX.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan agenda transformasi digital Indonesia dan rangkaian acara dari Peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-77.

Diselenggarakan oleh PT Adhouse Clarion Events (PT ACE) bersama dengan Kominfo, MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), dan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), acara ini menghadirkan peserta pameran penyedia solusi teknologi dari berbagai industri.

Seperti, Telkom Indonesia, Telkomsel, EDGE DC, Indonet, OutSystems, VMware, Veeam, Elitery, Kayreach System, dan masih banyak lagi.

Berita Terkait : Gandeng Perusahaan Asal Korea, Nujek Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

Dijelaskannya, pembahasan komprehensif mengenai transformasi digital penting dilakukan karena saat ini teknologi bukan lagi sekadar alat yang dibutuhkan dalam operasional bisnis atau organisasi.

Melainkan dasar dari sumber keunggulan kompetitif. Namun dalam pelaksanaannya, perjalanan transformasi digital tentu menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari infrastruktur, talenta digital, hingga meningkatnya risiko keamanan siber karena adanya peningkatan arus data yang eksponensial.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi menjabarkan, sepanjang tahun 2020, serangan ransomware meningkat lebih dari tiga kali lipat dari tahun 2019.

“Kami menyadari bahwa tantangan-tantangan yang ada dalam perjalanan transformasi digital tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja," kata Dedy.

 

Ketua APJII Muhammad Arif, menerangkan, beragam masalah membutuhkan berbagai solusi yang tepat guna. Itulah pentingnya penyelenggaraan DTI-CX.

Acara ini mampu mempertemukan pelaku transformasi digital dan pihak-pihak yang bisa memaksimalkan perjalanan tersebut.

Berita Terkait : Gobel Rayu Pengusaha Jepang Untuk Berinvestasi Credit Carbon Di Indonesia

"Selain solusi teknologi, DTI-CX juga akan memberikan edukasi dan pengetahuan lebih lanjut mengenai transformasi digital,” jelasnya.

Jika melihat puluhan tahun ke belakang, adanya infrastruktur telekomunikasi yang bisa dikembangkan saat ini untuk mendukung transformasi digital di Indonesia semua berawal dari perjuangan para putra-putri Indonesia dalam mengambil alih Jawatan Pos Telegraf dan Telepon (PTT) dari kekuasaan pemerintahan Jepang saat itu.

Ketua Umum MASTEL Sarwoto DTI-CX mengatakan, konferensi dan expo DTI-CX adalah gelaran yang ideal karena transformasi digital di berbagai sektor tidak bisa lagi ditunda.

"Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat yang selama ini diperingati tiap 27 September dalam Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi,” jelas Sarwoto.

Sementara SVP Indonet Nicolas Tjioe sepakat bahwa infrastruktur latensi rendah dan inovasi dalam konektivitas sedang menjadi topik hangat di antara para pemimpin teknologi hari ini. "Ini akan efektif dalam memaksimalkan pelaksanaan transformasi digital,” tukas Nicolas. ■