Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dolar AS Menguat, Rupiah Makin Tertekan

Jumat, 19 Agustus 2022 10:01 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah jelang akhir pekan dibuka melemah 0,19 persen ke level Rp 14.864 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.837 per dolar AS.

Mata uang di kawasan Asia juga senada dengan rupiah, melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang  anjlok 0,26 persen, won Korea Selatan minus 0,57 persen, dolar Singapura melemah 0,03 persen, peso Filipina turun 0,17 persen, yuan China minus 0,34 persen, baht Thailand anjlok 0,35 persen dan dolar Hong Kong turun 0,02 persen.

Berita Terkait : Inflasi AS Melambat, Rupiah Ikutan Merosot

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya naik 0,12 persen ke level 107,62. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,04 persen ke level Rp 14.959, terhadap poundsterling Inggris naik 0,06 persen ke level Rp 17.688, dan terhadap dolar Australia menguat 0,03 persen ke level Rp 10.258.

Analis dari DCFX Lukman Leong menuturkan, nilai rupiah berpotensi lemah hari ini lantaran adanya pernyataan petinggi The Fed yang meyakinkan akan tetap mengambil kebijakan yang agresif.

Berita Terkait : Pagi Ini Rupiah Makin Cerah

"Rupiah melemah, namun dolar AS nya semakin kuat. Apalagi didukung pernyataan hawkish dari Presiden Fed San Francisco Mary Daly tentang kenaikan The Fed,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/8).

Dari sisi internal, pelemahan rupiah didorong oleh perkiraan pasar bahwa Bank Indonesia (BI) bakal menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.

Berita Terkait : Pernah Menang, Bima Minta Garuda Muda Tak Remehkan Vietnam

Ia pun memproyeksi, nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp 14.775 per dolar AS hingga Rp 14.925 per dolar AS.