Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gelar FGD Soal Larangan Ekspor Logam Timah

Kadin Siap Kasih Masukan Supaya Negara Tidak Rugi

Kamis, 22 September 2022 06:35 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. (Foto: kadin.indonesia.official).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. (Foto: kadin.indonesia.official).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) soal rencana larangan ekspor logam timah pada akhir tahun 2022. Hasil FGD ini menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi Pemerintah.

FGD digelar dengan tema Kesiapan dan Dukungan Kebi­jakan yang Dibutuhkan Pelaku Usaha Timah dalam Rangka Merealisasikan Hilirisasi Timah di Indonesia, dan bakal digelar di Jakarta, Kamis (22/9).

FGD tersebut bakal dihadiri stakeholder terkait Mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ke­menterian Perdagangan hingga pelaku usaha pertambangan.

Berita Terkait : Badan Siber Dan Sandi Negara, Tolong Jangan Takabur Deh!

“Kadin mendukung penuh rencana Pemerintah menghen­tikan ekspor akhir tahun ini. Namun, kami akan memberikan masukan ke Pemerintah terkait kondisi saat ini. Industri hilir logam timah belum terbentuk kuat untuk menyerap potensi limpahan bahan baku yang nantinya tidak diekspor,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Carmelita Har­toto di Jakarta, kemarin.

Menurut Carmelita, dengan adanya FGD ini, diharapkan pelaku usaha pertambangan juga memberikan masukan kepada Pemerintah terkait apa saja yang perlu disiapkan sebelum ekspor logam timah distop.

“Jangan sampai Pemerintah salah langkah yang bisa merugi­kan negara, karena pendapatan dari sektor ini menurun drastis,” ujarnya.

Berita Terkait : Bamsoet: Terima Kasih, Saya Diterima Baik Banyak Pihak

Dia mengatakan, Indonesia ada­lah eksportir logam timah terbesar di dunia. Pada tahun 2020, ekspor logam timah Indonesia sebesar 65 ribu ton dan meningkat menjadi 74 ribu ton pada 2021.

Namun, penyerapan logam timah untuk kebutuhan domestik masih sangat kecil. Hanya seki­tar 5 persen dari produksi logam timah nasional.

Terdapat kesenjangan perkem­bangan antara industri hulu dengan industri hilir timah. Sebab itu, untuk menghilirisasi timah Indonesia, Pemerintah berencana menghentikan ekspor logam timah akhir tahun 2022.
 Selanjutnya