Dewan Pers

Dark/Light Mode

Target Inflasi Pangan Di Bawah 5 Persen Masih Masuk Akal

Jumat, 23 September 2022 06:17 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB University) Dwi Andreas Santosa menyatakan, upaya pemerintah menekan angka inflasi pangan di bawah 5 persen masih masuk akal dan bisa dilakukan.

"Saya kira iyalah," kata Dwi saat dihubungi, Kamis (22/9). Menurutnya, kenaikan harga beras akan menjadi faktor utama kenaikan inflasi. Kendati begitu, harga komoditas pangan lain justru cenderung menunjukkan tren penurunan.

“Saya kira kenaikan harga beras akan diikuti tren penurunan beberapa harga yang lain," ujarnya.

Berita Terkait : Anies Klaim Harga Pangan Di Jakarta Lebih Murah

Menurut Dwi, kenaikan harga BBM menjadi faktor penting yang mengerek inflasi. Namun di sektor pertanian, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak berdampak signifikan.

"Katakanlah untuk dunia pertanian, BBM ini digunakan untuk apa saja dan itu berapa kira-kira kontribusinya? Sehingga kalau dihitung, mungkin kontribusinya tidak begitu besar juga," pungkasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus berupaya menjaga inflasi, yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan juga inflasi pangan.

Berita Terkait : ASN Makin Mudah Punya Rumah

Inflasi diperkirakan akan naik bulan September, dan berbagai pengalaman dalam kenaikan BBM, inflasi akan cenderung turun dalam 3-4 bulan ke depan.

“Tentunya dengan berbagai program dan pemberian subsidi bantuan untuk sektor transportasi, pemerintah optimis inflasi pangan dapat ditekan di bawah 5 persen,“ kata Airlangga di Jakarta, Kamis (22/9).

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, pemerintah terus melakukan ekstra effort untuk menekan inflasi pangan di kisaran 3-5 persen.

Berita Terkait : Gelar Rapat di DPR, BNN Bahas Masalah Narkotika

Menurutnya,  pemerintah akan terus menekan inflasi volatile food agar dapat mencapai komitmen awal pada HLM TPIP (High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat) Maret lalu yang targetnya 3-5 persen.

“Kerja sama antardaerah guna menekan inflasi yang terus didorong semakin efektif akan menjaga stabilitas harga di masyarakat,” ucap Airlangga.■