Dark/Light Mode

Jokowi Tawarkan Lokasi Strategis Ke Investor

Monggo Dipilih, Investasi Terbuka Di Kawasan IKN

Kamis, 20 Oktober 2022 06:30 WIB
Sambutan Presiden Jokowi pada IKN: Sejarah Baru Peradaban Baru. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).
Sambutan Presiden Jokowi pada IKN: Sejarah Baru Peradaban Baru. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden).

 Sebelumnya 
“80 persen kita berikan kesem­patan kepada para investor untuk investasi,” tuturnya.

Jika ada hambatan, baik itu terkait regulasi, tax holiday yang kurang panjang atau insentif yang sangat kecil, Jokori meminta agar pengusaha segera melaporkan itu kepada Menteri Investasi agar segera diselesaikan.

IKN Jadi Harapan Baru

Baca juga : Jokowi Akan Undang Investor IKN Di Pertengahan Oktober Ini

Arsjad Rasjid mengatakan, melalui IKN, diharapkan da­pat mendorong percepatan pemerataan, sehingga Indonesia dapat menjadi magnet pereko­nomian dunia.

IKN juga merupakan sim­bol Indonesia sebagai negara berkekuatan ekonomi terbesar ke-4 tahun 2045.

“Dalam mencapai visi Indo­nesia Emas 2045, kita tidak bisa bergantung pada pembangunan di Pulau Jawa. Kita juga harus menggali dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di wilayah Indonesia. Di sinilah, IKN menjadi sebuah solusi dan harapan baru,” jelas Arsjad.

Baca juga : Terapkan Good Corporate Governance, Pengelolaan Investasi TASPEN Dijempolin DPR

Menurut Arsjad, IKN bukan hanya berperan sebagai pusat ekonomi baru dengan menggeser pusat gravitasi ekonomi ke luar Pulau Jawa. IKN juga diharapkan dapat menjadi simbol Indonesia baru yang siap menjawab tantangan global di masa depan.

Tak hanya itu, IKN juga akan menjadi standar dunia sebagai kota yang layak huni, cerdas dan berkelanjutan. Kendati begitu, pembangunan IKN tentu tidak dapat terjadi jika hanya diwu­judkan oleh Pemerintah.

“IKN harus dibangun secara bersama dengan semangat gotong royong. Terutama oleh investor dalam negeri dan luar negeri. Serta menggabungkan pemikiran terbaik di Indonesia. Artinya, dibutuhkan kontribusi optimal baik dari sektor swasta maupun publik,” tutur Arsjad. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.