Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Acara Konferensi COP27
Menteri Siti Suarakan Aksi Kolaborasi Atasi Krisis Iklim
Selasa, 8 November 2022 06:20 WIB
Sebelumnya
“Kami sampaikan komitmen Indonesia yang lebih ambisius disertai upaya terbaik dari langkah mitigasi domestik, dalam meningkatkan pencapaian tujuan Perjanjian Paris, dengan tetap memastikan prioritas nasional kami,” kata Siti.
Enhanced NDC adalah peta jalan mitigasi dan adaptasi serta strategi jangka panjang, untuk perjanjian rendah karbon dan kompatibel dengan Perjanjian Paris untuk 2050.
Dokumen Enhanced NDC mencerminkan kebijakan, tindakan dan implementasi NDC yang diperbarui dengan target tambahan yang disumbangkan dan disepakati oleh semua sektor di kementerian terkait dan melibatkan partisipasi sub-nasional, sektor swasta dan masyarakat lokal.
Baca juga : Di Paviliun Indonesia, Menteri Siti Berbagi Pengalaman NDC Yang Lebih Ambisius
Poin penting lain dari Enhanced NDC, yakni Indonesia juga menganggap adaptasi sama pentingnya dengan mitigasi, sebagaimana digambarkan dengan jelas dalam dokumen tentang peningkatan ekonomi, sosial dan mata pencaharian, ketahanan ekosistem dan lanskap.
Menteri Siti menjelaskan, dalam Enhanced NDC Indonesia memutakhirkan kebijakan FOLU Net-sink 2030 sebagai dasar menuju penyelarasan Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050 (LTS-LCCR 2050), dengan visi mencapai Net-Zero-Emission pada 2060 atau lebih cepat.
Peningkatan NDC menunjukkan peningkatan komitmen Indonesia melalui peningkatan target pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK), peningkatan program, strategi dan tindakan dalam mitigasi, adaptasi, kerangka transparansi dan pengaturan cara pelaksanaan termasuk melalui penetapan harga karbon.
Baca juga : COP-27, Menteri Siti Dorong Aksi Kolaborasi Atasi Perubahan Iklim
“Di sektor kehutanan, pembayaran berbasis hasil telah diterima dari Green Climate Fund dan FCPF Carbon. Begitu juga dengan komitmen dari Norwegia dan BioCF Carbon Fund,” ujar Siti.
Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyampaikan bahwa Indonesia telah memperbarui Strategi Nasional REDD+ 2021-2030 yang telah diserahkan ke Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC).
Strategi ini meletakkan dasar yang lebih kokoh untuk mencapai target bersyarat minus 140 juta ton CO2 pada tahun 2030.
Baca juga : Mas Menteri: Perkuat Kolaborasi Untuk Transformasi Pendidikan Lebih Baik
Sesi Talk Show ini bertujuan untuk berbagi pandangan dan pengalaman beberapa negara dalam mengembangkan NDC yang lebih ambisius.
“Kami juga ingin belajar dari semua narasumber dan peserta tentang aksi yang dilakukan di tingkat nasional, untuk mencapai tujuan global. Termasuk tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat digali,” kata Siti. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya