Dark/Light Mode

Permudah UMKM Beli Mesin Dalam Negeri, Menteri Teten Dukung Pembangunan IMC Kemenperin

Senin, 5 Desember 2022 19:16 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (ketiga kanan) dan Memperin (ketiga kiri) di acara ground breaking gedung IMC di Plered, Purwakarta, Senin (5/12). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (ketiga kanan) dan Memperin (ketiga kiri) di acara ground breaking gedung IMC di Plered, Purwakarta, Senin (5/12). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Ia menjelaskan, IMC yang berlokasi di Plered, Purwakarta ini dibangun total di atas lahan seluas 11 hektare (ha) dalam dua tahap.

Tahap pertama, di mulai hari ini dengan penggarapan seluas 2 ha yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2 triliun. Pembangunan tahap awal ini, ditargetkan rampung pada 3 tahun mendatang atau di tahun 2024.

Baca juga : Menteri Basuki Cek Pembangunan Hunian Korban Gempa Cianjur

Kemudian tahap II, akan dikerjasamakan dengan investor luar negeri sesuai arahan Presiden Jokowi untuk investasi di daerah. Investor dari Korea Selatan disebut sudah tertarik untuk berinvestasi sebesar 20 juta dolar Amerika Serikat (AS).

"Sejujurnya untuk mendapatkan anggaran konstruksi di Kemenkeu itu cukup sulit. Pembangunan dari APBN ini diharapkan menjadi stimulus dan berjalan dengan lancar, sehingga berlanjut hingga 9 hektar lagi," kata Menperin.

Baca juga : Bamsoet Tegaskan Pentingnya Membangun Wawasan Kebangsaan

Agus menegaskan, perlunya membangun kemandirian industri nasional salah satunya dengan inisiasi IMC, yang turut memperkuat struktur industri nasional. Di mana dalam mencapai tujuan tersebut, perlu juga dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dan lintas kementerian/lembaga (K/L).

Begitu juga Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika berharap, IMC bisa mendorong akses UMKM Purwakarta yang banyak bergerak di industri kuliner, hasil gerabah seperti keramik, genteng, dan batu bata merah.

Baca juga : Kimia Farma Kolaborasi Dengan Sinopharm International, Dukung Ketahanan Kesehatan Nasional

"Namun memang salah satu yang masih terkendala untuk alat dan permesinan. Banyak UMKM yang masih manual atau konvensional," ungkap Anne. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.