Dark/Light Mode

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno

Mohon Perhatian, Subsidi Transportasi Umum Jangan Berat Ke KRL Jabodetabek

Rabu, 4 Januari 2023 10:07 WIB
Ilustrasi KRL Jabodetabek (Foto: Instagram)
Ilustrasi KRL Jabodetabek (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Benchmark Perbedaan Tarif

Mengutip berbagai sumber, Singapura memberikankan subsidi bagi lansia berupa diskon 25 persen. Kaum disabilitas dan pelajar, diskon 50 persen.

Negara bagian Victoria (Australia), memberikan subsidi 30 persen bagi lansia, disabilitas dan pelajar pada jam tidak sibuk. Antara pukul 09.30 – 16.00.

Belgia memberlakukan diskon 19 persen pada jam tidak sibuk dan sibuk, untuk moda trem.

Baca juga : Subsidi Tepat Sasaran KRL Jabodetabek

Amerika Serikat memberikan diskon di kisaran 20 persen hingga 50 persen (tiap negara bagian berbeda), untuk warga berpenghasilan di bawah upah standar.

Metrolink di Kota Manchester (Inggris), menerapkan diskon 50 persen untuk penumpang berpendapatan per bulan kurang dari rata-rata (upah standar minimum). Serta tarif 35 persen untuk kaum lansia dan disabilitas.

Swedia, memberikan keringanan tarif bagi warga berstatus kesejahteraan tertentu (tidak bekerja karena cacat) dan lanjut usia.

Sementara Wilayah Regional Marche (Italia) memberikan diskon bagi pengangguran, sebesar 50 persen.

Baca juga : Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Insentif Kendaraan Listrik

Kebijakan insentif kendaraan listrik yang akan diluncurkan Kementerian Perindustrian cukup mengusik hati nurani para pengguna jasa transportasi umum, khususnya pengguna KRL Jabodetabek.

Di tengah upaya memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum, kebijakan ini kontra produktif, jika diberikan pada sejumlah pembelian mobil listrik dan sepeda motor listrik. Karena akan menambah kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas.

"Seharusnya, Kementerian Perindustrian turut mendukung upaya pembenahan transportasi umum, yang sedang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan di kawasan perkotaan, dengan menggunakan bus listrik dan kendaraan konversi atau sepeda motor listrik di daerah sulit mendapatkan BBM," tegas Djoko.

Baca juga : Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Menurutnya, angkutan feeder dari kawasan perumahan di Kawasan Bodetabek menuju stasiun KRL Jabodetabek, dapat menggunakan kendaraan umum listrik.

Bisa berupa kendaraan umum baru. Bisa juga, kendaraan umum yang ada, dikonversi. Diprioritaskan untuk mendapat program insentif kendaraan listrik.

Subsidi tepat sasaran harus terus diupayakan, dalam rangka memberikan rasa keadilan bagi pengguna transportasi umum.

"Setiap pengguna transportasi umum wajib menerima subsidi, karena sudah membantu pemerintah mereduksi terjadinya kemacetan, menurunkan tingkat polusi udara, dan turut mengurangi angka kecelakaan," tandas Djoko. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.