Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekosistem Logistik Nasional Makin Kuat
Erick Happy, Merger Pelindo Terbukti Manjur
Kamis, 19 Januari 2023 16:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi capaian PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, setelah merger pada 2021.
Sejauh ini, merger terbukti mampu meningkatkan posisi BUMN pelabuhan tersebut, menjadi operator terminal petikemas terbesar nomor 8 di dunia.
"Merger terbukti mempermudah koordinasi pengelolaan pelabuhan di seluruh Indonesia. Dampaknya, kontribusi terhadap negara melalui dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), konsesi, dan pajak penghasilan, juga meningkat signifikan," ujar Erick saat menghadiri acara Pelindo Forum di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (19/1).
Meski belum genap dua tahun pasca-merger, Erick cukup puas dengan kinerja Pelindo yang berdampak pada peningkatan kontribusi terhadap negara.
Dalam dua tahun terakhir, konsesi Pelindo mencapai Rp 360 miliar pada 2021, dan meningkat menjadi Rp 473 miliar pada 2022.
PNBP tercatat sebesar Rp 157 miliar pada 2021 dan Rp 173 miliar pada 2022. Pph Pelindo pada 2022 mencapai Rp 1,815 triliun. Atau naik dari tahun sebelumnya, yang dibukukan dengan angka Rp 1,185 triliun.
Sedangkan dividen Pelindo, menyentuh angka Rp 1,317 triliun pada 2022. Naik signifikan dibandingkan 2021, yang sebesar Rp 560 miliar.
Baca juga : Nasionalisme Indonesia Yang Terbuka
"Kalau kita lihat, total kontribusi Pelindo kepada negara selama 2021 hingga 2022 mencapai Rp 6,03 triliun. Angka ini per Oktober 2022, bisa lebih tinggi lagi kalau sudah final. Target kita di 2025, mencapai Rp 21 triliun," ujar Erick.
Penggabungan Pelindo tak hanya meningkatkan kekuatan operasional, finansial, dan SDM. Melainkan juga meningkatkan sinergisitas antarpelabuhan, jaringan pelayaran terintegrasi, dan peningkatan konektivitas hinterland yang mendorong efisiensi rantai. Serta mengurangi biaya logistik.
Optimalisasi jaringan hub and spoke melalui kerja sama dengan shipping lines dan business partners bertujuan memperkecil gap dan in-balance cargo, khususnya di Indonesia bagian timur. Juga penurunan biaya logistik.
"Pelindo memiliki 31 inisiatif strategis yang akan diimplementasikan sejak 2021 hingga 2025. Targetnya harus mampu menciptakan nilai tambah sebesar Rp 5,8 triliun," papar mantan Presiden Inter Milan itu.
Sejak awal terbentuk, Erick menekankan empat pilar strategis yang harus dicapai Pelindo. Yakni transformasi pelabuhan kelas dunia, memperkuat ekosistem logistik, efisiensi rantai pasok maritim, dan meningkatkan value perusahaan.
Dalam hal ini, Pelindo harus berkolaborasi dengan pihak lain dalam mengembangkan industri di sekitar pelabuhan.
"Contohnya yang berhasil dilakukan Pelindo adalah Terminal Kijing, yang mendukung peningkatan potensi daerah dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal di Kalimantan Barat. Hal ini akan meningkatkan pemerataan pembangunan dan menciptakan lapangan kerja," jelas Erick.
Baca juga : Riset Buktikan Operasional KCN Patuhi Standar Pemerintah
Pelindo terus meningkatkan kolaborasi, dalam pengembangan dan integrasi kawasan industri dengan pelabuhan. Melalui kerja sama penyediaan moda transportasi terintegrasi, termasuk dengan BUMN.
Hal ini telah dilakukan sebelumnya dengan menggandeng KAI dan PTPN III, untuk mengoptimalisasi Fasilitas Terminal Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei, dan angkutan barang menggunakan kereta api.
Dia pun mendorong Pelindo fokus melakukan ekspansi bisnis, dan membangun kemitraan strategis dalam pengembangan pelabuhan, peningkatan konektivitas laut, dan pengembangan konektivitas ekosistem logistik darat.
Menurut Erick, Pelindo dapat menjalin kerja sama dengan mitra strategis yang telah memiliki reputasi dan pengalaman di dalam jalur perdagangan internasional.
"Ini semakin membuka peluang pasar ekspor Indonesia, dan memperbesar market share petikemas dan mampu bersaing di skala global," ungkap dia.
Erick menyampaikan, penggabungan ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat lantaran meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan pelabuhan. Melalui standarisasi dan peningkatan konektivitas pelabuhan melalui hub dan spoke.
Apresiasi untuk Insan Pelindo
Baca juga : Ekonomi Masih Kuat, Indonesia Makin Mantap Menuju Endemi Covid
Erick menyebut, kinerja apik Pelindo hari ini merupakan kerja keras seluruh pihak. Baik jajaran direksi, komisaris, dan insan Pelindo yang tersebar di seluruh Tanah Air.
Dia menilai, merger berhasil menyatukan keluarga besar Pelindo yang tentu memiliki karakteristik dan budaya yang berbeda satu sama lain, pada masing-masing perusahaan sebelumnya.
"Kesuksesan ini tentu tidak akan terjadi, tanpa adanya keikhlasan. Itu menjadi satu bagian yang mempunyai cita-cita yang sama. Mengoptimalkan potensi pelabuhan kita menjadi jauh lebih besar. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pelindo. Baik di pusat dan seluruh cabang yang ada di Indonesia," jelas Erick.
Erick berpesan, agar Pelindo tetap meningkatkan standarisasi kompetensi melalui program pelatihan yang mendukung peningkatan capability business dalam menghadapi tantangan ke depan.
Selain itu, transformasi pelabuhan melalui kegiatan standarisasi pelabuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan harus terus berlanjut. Serta peningkatan value perusahaan melalui peningkatan equity story, optimalisasi aset, digitalisasi dan peningkatan capability human capital.
Dalam upaya peningkatan efisiensi dan core competence masing-masing unit bisnis, Erick meminta Pelindo dapat mengimplementasikan penataan bisnis melalui Serah Operasi Bisnis dari cabang/regional kepada subholding dan pemurnian bisnis.
"Kita harus berani fight for regional battle dan menjadi pemain besar dalam industri pelabuhan dunia," tegas Erick. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya