Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Target Turunkan Emisi Butuh Rp 4 Ribu Triliun
Pemerintah Mau Tarik Investasi Dari Swasta
Jumat, 31 Maret 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, agenda perubahan iklim dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global.
“Tanpa agenda perubahan iklim, PDB global bisa lebih rendah 11 persen hingga 14 persen pada pertengahan abad ini, sehingga besaran dampaknya sangat berat dan mahal,” ucap Perry.
Perkiraan tersebut didasari karena perubahan iklim akan menyebabkan dampak negatif ke ekonomi dan sosial, jika tidak ditangani dengan tepat dan diantisipasi sejak dini.
Maka dari itu, Perry menegaskan, Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023 terus memajukan agenda tentang transisi iklim menuju ekonomi yang lebih hijau dan inklusif melalui tiga aspek.
Baca juga : Rapat Soal Transaksi Rp 349 Triliun Panas, Mahfud Balas Gertak Anggota DPR
Pertama, kebijakan yang kuat dan kemauan politik dari pihak berwenang. Kedua, kerangka kerja yang jelas untuk transisi dan memajukan kerangka keuangan. Karena pada akhirnya kerangka kerja keuangan yang jelas untuk mengimplementasikan agenda transisi iklim akan sangat penting.
Ketiga, mobilisasi keuangan atau modal. Karena menggerakkan agenda transisi membutuhkan modal serta investasi baru yang lebih hijau, lebih ramah lingkungan, dan proyek yang lebih inklusif.
Perry menyebutkan, Indonesia mengangkat iklim dan pembangunan ekonomi berkelanjutan menjadi tiga pilar dalam tema Keketuaan ASEAN 2023 jalur keuangan.
“Ingat, ketiga pilar itu yakni, rebuilding-recovery, digital economy, dan transition to climate change. Ini sangat penting,” tegasnya.
Baca juga : Para Pengasuh Ponpes Dorong Mahfud Bongkar-bongkar Di DPR
Sebelumnya, pada Rabu (29/3), Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral ASEAN bertemu dengan asosiasi pelaku usaha global, yaitu US-ASEAN Business Council, EU-ASEAN Business Council, dan ASEAN Business Advisory Council.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Pertemuan Pertama Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (1ST AFMGM) yang berlangsung di Bali.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu penting dan relevan terkait kawasan ASEAN mengemuka. Antara lain, ekonomi digital dan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sistem pembayaran dan interkonektivitasnya, pembiayaan berkelanjutan, taksonomi keuangan berkelanjutan ASEAN, isu ketahanan pangan, serta pendanaan kesehatan.
Pertemuan dipimpin langsung Sri Mulyani dan Perry Warjiyo, serta dihadiri oleh para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN serta perwakilannya.
Baca juga : Aboe: Telusuri, Proses Hukum
Dalam sambutannya, Perry menyampaikan peran penting ASEAN dalam perekonomian global.
“Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, ASEAN melakukan transformasi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi, yang sejalan dengan pilar digitalisasi pada Keketuaan Indonesia di ASEAN,” ujar Perry.
Menurutnya, inisiatif kawasan ASEAN untuk konektivitas sistem pembayaran merupakan tindak lanjut dari kesepahaman bersama lima Bank Sentral di kawasan ASEAN dalam kerangka Regional Payment Connectivity (RPC). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya