Dark/Light Mode

Target Turunkan Emisi Butuh Rp 4 Ribu Triliun

Pemerintah Mau Tarik Investasi Dari Swasta

Jumat, 31 Maret 2023 06:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah), Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong (kiri), dan Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith (kanan) sebagai pembicara saat Seminar on Financing Transition in ASEAN di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Kamis (30/3/2023). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah), Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong (kiri), dan Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith (kanan) sebagai pembicara saat Seminar on Financing Transition in ASEAN di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Kamis (30/3/2023). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym).

 Sebelumnya 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, agenda perubahan iklim dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global.

“Tanpa agenda perubahan iklim, PDB global bisa lebih ren­dah 11 persen hingga 14 persen pada pertengahan abad ini, sehingga besaran dampaknya sangat berat dan mahal,” ucap Perry.

Perkiraan tersebut didasari karena perubahan iklim akan menyebabkan dampak negatif ke ekonomi dan sosial, jika tidak ditangani dengan tepat dan diantisipasi sejak dini.

Maka dari itu, Perry menegas­kan, Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023 terus memajukan agenda tentang transisi iklim menuju ekonomi yang lebih hijau dan inklusif melalui tiga aspek.

Baca juga : Rapat Soal Transaksi Rp 349 Triliun Panas, Mahfud Balas Gertak Anggota DPR

Pertama, kebijakan yang kuat dan kemauan politik dari pihak berwenang. Kedua, kerangka kerja yang jelas untuk tran­sisi dan memajukan kerangka keuangan. Karena pada akhirnya kerangka kerja keuangan yang jelas untuk mengimplementasi­kan agenda transisi iklim akan sangat penting.

Ketiga, mobilisasi keuangan atau modal. Karena menggerak­kan agenda transisi membutuh­kan modal serta investasi baru yang lebih hijau, lebih ramah lingkungan, dan proyek yang lebih inklusif.

Perry menyebutkan, Indonesia mengangkat iklim dan pembangunan ekonomi berkelanjutan menjadi tiga pilar dalam tema Keketuaan ASEAN 2023 jalur keuangan.

“Ingat, ketiga pilar itu yakni, rebuilding-recovery, digital economy, dan transition to cli­mate change. Ini sangat penting,” tegasnya.

Baca juga : Para Pengasuh Ponpes Dorong Mahfud Bongkar-bongkar Di DPR

Sebelumnya, pada Rabu (29/3), Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral ASEAN bertemu dengan asosiasi pelaku usaha global, yaitu US-ASEAN Business Council, EU-ASEAN Business Council, dan ASEAN Business Advisory Council.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Per­temuan Pertama Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (1ST AFMGM) yang berlang­sung di Bali.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu penting dan relevan terkait kawasan ASEAN menge­muka. Antara lain, ekonomi digital dan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sistem pembayaran dan interkonektivitasnya, pem­biayaan berkelanjutan, tak­sonomi keuangan berkelanjutan ASEAN, isu ketahanan pangan, serta pendanaan kesehatan.

Pertemuan dipimpin langsung Sri Mulyani dan Perry Warjiyo, serta dihadiri oleh para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN serta perwakilannya.

Baca juga : Aboe: Telusuri, Proses Hukum

Dalam sambutannya, Perry me­nyampaikan peran penting ASEAN dalam perekonomian global.

“Seiring dengan perkem­bangan teknologi informasi, ASEAN melakukan transfor­masi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi, yang sejalan dengan pilar digitalisasi pada Keketuaan Indonesia di ASEAN,” ujar Perry.

Menurutnya, inisiatif kawasan ASEAN untuk konektivitas sistem pembayaran merupakan tindak lanjut dari kesepahaman bersama lima Bank Sentral di ka­wasan ASEAN dalam kerangka Regional Payment Connectivity (RPC). ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.