Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasus Eks Dirut Waskita Jadi Warning
Perangi Tikus Di BUMN, Pengawasan Diperketat
Rabu, 10 Mei 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Toto menawarkan beberapa solusi yang diyakinnya bisa memberikan ruang gerak lebih fleksibel bagi BUMN Karya.
Pertama, masing-masing BUMN Karya perlu membedah beban berat struktur utang perseroan dalam pembiayaan proyek infrastruktur Pemerintah.
Sebab, imbuhnya, perlu dipikirkan ke depan apakah memungkinkan pembangunan infrastruktur menggunakan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) saja.
“Karena kalau tetap dengan pola saat ini, di mana beban tersebut dialihkan ke BUMN Karya, maka diperkirakan BUMN sulit menjaga sustainibilitas perusahaan,” sebutnya.
Kedua, terkait isu restrukturisasi yang diusulkan Kementerian BUMN. Di sini santer berhembus isu merger atau pembentukan Holding BUMN Karya.
Baca juga : Menteri Erick: Kami Akan Hormati Proses Hukum
Menurut Toto, langkah aksi korporasi berupa pembentukan holding atau merger BUMN Karya adalah keniscayaan. Seperti halnya yang sudah dilakukan pada BUMN pengelola pelabuhan (Pelindo).
“Karena adanya banyak kesamaan line of business, maka merger bisa menjadi alternatif meningkatkan daya saing BUMN Karya tersebut,” kata Toto.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan berpegang teguh pada kerja sama antara Kementerian BUMN dengan Kejagung terkait penetapan Dirut Waskita Karya.
Erick bilang, kerja sama selama ini antara pihaknya dan Kejagung sudah terbukti dan banyak melakukan terobosan, baik di Garuda Indonesia, Jiwasraya dan Asabri.
“Kami juga terus bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi,” tegas Erick di Kementerian BUMN, Rabu (3/5).
Baca juga : Dirut Jadi Tersangka, Waskita Karya Pastikan Kooperatif Dengan Kejagung
Ia mengatakan, peristiwa ini sudah sepatutnya menjadi peringatan bagi BUMN lainnya untuk bekerja secara profesional dan transparan.
Mantan bos Klub Inter Milan ini memastikan akan menindak tegas kepada mereka yang terlibat kasus pidana korupsi.
“Sejak dini saya sudah bilang, bahwa saya tidak memberikan hati nurani kepada tikus-tikus yang korupsi. Saya tidak kasih, apalagi kalau sudah ada bukti hitam di atas putih,” tandasnya.
Ia menyampaikan, saat ini Kementerian BUMN sedang berkoordinasi dengan Kejagung dalam rangka perbaikan sistem, agar kasus tersebut tidak terulang kembali pada waktu mendatang.
Terpisah, Manajemen Waskita Karya dalam keterangan resminya merilis pernyataan bahwa perseroan menghormati segala proses penyidikan yang sedang dilakukan Kejagung.
Baca juga : Dirut Waskita Karya Tersangka, Erick Thohir: Peringatan Buat BUMN Lain Agar Transparan
Pihaknya juga berkomitmen untuk kooperatif, serta menyerahkan segala proses hukumnya kepada pihak berwenang. Manajemen turut memastikan operasional perusahaan tidak akan terganggu atas kasus hukum ini.
“Baik secara operasional maupun keuangan. Perseroan akan tetap menjalankan seluruh program dan strategi sesuai dengan target,” jelas manajemen, Sabtu (29/4). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya