Dark/Light Mode

Kasus Eks Dirut Waskita Jadi Warning

Perangi Tikus Di BUMN, Pengawasan Diperketat

Rabu, 10 Mei 2023 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara).
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
Toto menawarkan beberapa solusi yang diyakinnya bisa memberikan ruang gerak lebih fleksibel bagi BUMN Karya.

Pertama, masing-masing BUMN Karya perlu membedah beban berat struktur utang perse­roan dalam pembiayaan proyek infrastruktur Pemerintah.

Sebab, imbuhnya, perlu dipikirkan ke depan apakah memungkinkan pembangunan in­frastruktur menggunakan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) saja.

“Karena kalau tetap dengan pola saat ini, di mana beban tersebut dialihkan ke BUMN Karya, maka diperkirakan BUMN sulit menjaga sustaini­bilitas perusahaan,” sebutnya.

Kedua, terkait isu restrukturi­sasi yang diusulkan Kementerian BUMN. Di sini santer berhem­bus isu merger atau pembentu­kan Holding BUMN Karya.

Baca juga : Menteri Erick: Kami Akan Hormati Proses Hukum

Menurut Toto, langkah aksi korporasi berupa pembentukan holding atau merger BUMN Karya adalah keniscayaan. Seperti halnya yang sudah dilaku­kan pada BUMN pengelola pelabuhan (Pelindo).

“Karena adanya banyak kesa­maan line of business, maka merger bisa menjadi alternatif meningkatkan daya saing BUMN Karya tersebut,” kata Toto.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan ber­pegang teguh pada kerja sama antara Kementerian BUMN dengan Kejagung terkait penetapan Dirut Waskita Karya.

Erick bilang, kerja sama se­lama ini antara pihaknya dan Kejagung sudah terbukti dan banyak melakukan terobosan, baik di Garuda Indonesia, Jiwas­raya dan Asabri.

“Kami juga terus bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi,” tegas Erick di Kementerian BUMN, Rabu (3/5).

Baca juga : Dirut Jadi Tersangka, Waskita Karya Pastikan Kooperatif Dengan Kejagung

Ia mengatakan, peristiwa ini sudah sepatutnya menjadi peringatan bagi BUMN lainnya untuk bekerja secara profesional dan transparan.

Mantan bos Klub Inter Milan ini memastikan akan menindak tegas kepada mereka yang terli­bat kasus pidana korupsi.

“Sejak dini saya sudah bilang, bahwa saya tidak memberikan hati nurani kepada tikus-tikus yang korupsi. Saya tidak kasih, apalagi kalau sudah ada bukti hitam di atas putih,” tandasnya.

Ia menyampaikan, saat ini Kementerian BUMN sedang berkoordinasi dengan Kejagung dalam rangka perbaikan sistem, agar kasus tersebut tidak terulang kembali pada waktu mendatang.

Terpisah, Manajemen Waskita Karya dalam keterangan resminya merilis pernyataan bahwa perseroan menghormati segala proses penyidikan yang sedang dilakukan Kejagung.

Baca juga : Dirut Waskita Karya Tersangka, Erick Thohir: Peringatan Buat BUMN Lain Agar Transparan

Pihaknya juga berkomitmen untuk kooperatif, serta menyerahkan segala proses hukumnya kepada pihak berwenang. Mana­jemen turut memastikan opera­sional perusahaan tidak akan terganggu atas kasus hukum ini.

“Baik secara operasional mau­pun keuangan. Perseroan akan tetap menjalankan seluruh program dan strategi sesuai dengan target,” jelas manajemen, Sabtu (29/4). ■  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.