Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Demi Indonesia Emas 2045
Pembangunan Digeber, Regulasi Ditransformasi
Jumat, 21 Juli 2023 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah bekerja keras supaya Indonesia mampu keluar dari middle income trap/perangkap pendapatan menengah. Semua kekuatan harus dikerahkan supaya target Indonesia Emas 2045 tercapai.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mencapai target tersebut, Pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur, kapasitas sumber daya manusia, riset inovasi dan pengembangan bisnis, transformasi kebijakan dan regulasi, tata kelola data dan pengamanannya, hingga peningkatan investasi dan sumber pembiayaan.
Baca juga : Dibantu Korsel, NPC Indonesia Segera Bangun Pusat Latihan Cabor Disabilitas
“Pilar transformasi ekonomi tersebut sekaligus menjadi pendukung utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2024-2045,” kata Airlangga saat keynote speech mewakili Presiden Jokowi pada acara Indonesia Data and Economic (IDE) Katadata 2023 di Jakarta, kemarin.
Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, transformasi ekonomi dilakukan untuk mencapai sasaran pada tahun 2045. Yaitu, Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,8 triliun dolar AS, masuk daftar lima besar negara dengan PDB terbesar di dunia, Gross National Income per kapita sebesar 30,300 dolar AS, porsi penduduk middle income sebanyak 80 persen, kontribusi industri manufaktur pada PDB mencapai 28 persen serta penyerapan tenaga kerja 25,2 persen.
“Untuk mewujudkannya kita harus melakukan transformasi, yaitu lompatan-lompatan besar, yang hanya bisa kita raih apabila kita berani, bertekad dan berusaha keras,” kata Airlangga.
Salah satu potensi unggulan yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mewujudkan tujuan tersebut, yakni melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya, jumlah angkatan kerja pada 2022 mencapai 68,63 persen dari jumlah populasi 274,9 juta jiwa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya