Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Teten : TikTok Cs Harus Patuh Aturan Perdagangan Elektronik Di E-commerce
Senin, 14 Agustus 2023 19:10 WIB
Sebelumnya
“Jadi kita tidak hanya berurusan dengan TikTok. Sebelum ini juga saya berurusan dengan e-commerce lain yang melakukan penjualan crossborder. Kita optimis hal ini bisa dilakukan,” ujarnya.
Secara komprehensif sambungnya, keluar masuk barang itu memang harus betul-betul diproteksi sedemikian rupa. Jangan sampai produk lokal kalah bersaing dari produk luar negeri.
“Pada dasarnya negara manapun juga sama memperlakukan itu. Mereka melindungi produk dalam negerinya sendiri," ujar Teten.
Menurutnya, kalau kita terus menerus beri karpet merah untuk produk-produk impor tanpa memperhitungkan persaingan yang tidak fair dari dalam negeri, bisa habis produk UMKM.
Pihaknya sudah menyampaikan kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan soal masukan/usulan tersebut.
Baca juga : Presiden Jokowi: ASEAN Harus Jadi Jangkar Perdamaian Dunia
Sebaiknya produk impor dari luar yang datang ke Indonesia berlaku di pelabuhan paling jauh di Indonesia seperti Sorong, Papua Barat. Sehingga produk yang masuk dikenakan ongkos lagi dari tempat terjauh, dengan begitu produk di dalam negeri masih bisa kompetitif.
“Hal itu berkaitan dengan usulan kami yang kedua, yaitu tol laut yang juga menjadi proyek Presiden Joko Widodo yang bisa menjadi jalan terhadap crossborder yang tak sesuai. Karena selama ini muatan hanya dari barang, sehingga biaya logistik selalu dikenakan untuk produk-produk yang di jual di Indonesia Timur, sehingga di Indonesia Timur lemah,” kata Teten.
Menurut Teten, kedua usulan tersebut bisa menjadi bagian penguatan dari kebijakan Pemerintah soal hilirisasi dalam memperkuat industri dalam negeri, sekaligus memperkuat UMKM dengan kebijakan substitusi impor untuk pengadaan barang dan jasa.
Curhat Seller E-commerce
Menhefari dari Dimensi, salah satu asosiasi reseller online, mengadukan kepada Teten, terkait persaingan usaha di platform e-commerce yang sudah tidak sehat.
Baca juga : Hebat! Industri Tumbuh, Neraca Perdagangan Surpus, Saat Ekonomi Global Melambat
“Kami jualan di TikTok harga barang kami jatuh, karena ada harga di TikTok Shop yang sangat murah dan tidak masuk akal. Kami tidak bisa memilih ekspedisi dan tiba-tiba ada produk baru yang naik,” curhatnya.
Kemudian Dian Fiona, pemilik usaha fesyen dari Bandung Jiniso mengatakan, datangnya barang impor secara bebas tanpa dikenakan pajak, jelas membuat usaha lokal brand sepertinya juga terkena imbas.
“Kami mempekerjakan para kepala keluarga dari kampung, kami pun sudah wajib pajak pula. Ketika ada produk dari China secara bebas untuk didistribusikan di online, jelas kami kalah jauh. Harus ada pengawasan di martketplace,” ucapnya.
Apalagi sambung Dian, di kuartal IV-2023 seperti tahun sebelumnya di bulan Desember, menjadi puncak penjualan online tertinggi.
“Jadi kami meminta perlindungan negara, bagaimana agar produk kita berjaya di negeri sendiri,” ungkap Dian.
Baca juga : Keluarga Dan Tokoh Masyarakat Punya Peran Penting Cegah Penyebaran Terorisme
Founder Real Food Edwin menyampaikan, bagaimana sebuah produk impor masih belum diregulasikan sehingga sampai di Indonesia dijual dengan harga yang sangat murah.
Padahal katanya, saat perusahaannya dan beberapa pelaku usaha dalam negeri ingin melakukan impor, sangat sulit karena dikenakan pajak dan biaya yang sangat tinggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya