Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Bandara Kertajati Beroperasi Penuh, Menhub Pastikan Harga Tiket Pesawat Lebih Murah
Senin, 30 Oktober 2023 08:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi mengoperasikan secara penuh Bandara Internasional Kertajati di Majalengka menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung pada Minggu (29/10/2023).
Hal itu ditandai dengan penerbangan maskapai AirAsia pukul 08.15 WIB rute Kertajati-Bali dan penerbangan Super Air Jet rute Kertajati-Medan keberangkatan pukul 08.30 WIB.
Baca juga : Hari Pertama Beroperasi Penuh, Bandara Kertajati Layani 7 Rute
Hadir melepas penerbangan tersebut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Maria Kristi Endah Murni, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi, dan Direktur Utama Air Asia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga.
Menhub mengatakan, keputusan untuk memindahkan penerbangan ini diambil karena Bandara Husein Sastranegara hanya memiliki panjang landasan sekitar 2.200 meter.
Baca juga : Kertajati Operasi Penuh, Angkasa Pura ll Genjot Penerbangan Umrah
Sementara Bandara Kertajati memiliki landasan lebih panjang, yaitu 3.000 meter.
"Kita butuh runway yang lebih panjang agar pesawat besar seperti Boeing 777 bisa mendarat sehingga penerbangan dari luar negeri baik dari Asia, Eropa, dan negara lainnya, bisa langsung mendarat di Jawa Barat. Untuk itu penerbangan kita pindah ke Bandara Kertajati," ujar Menhub dalam keterangan resminya dikutip Senin (30/10/2023).
Baca juga : Bos Angkasa Pura ll Minta Akses Dibuat Nyaman Murah
Bandara Husein Sastranegara, kata Menhub, memiliki beberapa kelemahan, terutama dalam hal keamanan, karena landasan pendek dan letaknya di cekungan, yang berpotensi menghadirkan masalah keselamatan dengan jumlah penduduk yang semakin banyak.
Menhub menilai, Bandara Kertajati yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta juga punya posisi strategis dari wilayah Bandung, Cirebon, Sumedang, dan sekitarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya