Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sementara Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali mengatakan, penemuan ini merupakan bagian program Mubadala Energy ke depan dalam mendukung target produksi Indonesia 2030, yaitu 1 juta barel minyak bumi per hari dan 12 miliar kaki kubik gas bumi per hari. “Indonesia memiliki potensi yang luar biasa terkait cadangan migas. Penemuan ini patut disyukuri dan diharapkan dapat mendukung target produksi tahun 2030," ujar dia.
Abdulla mengatakan, setelah penemuan ini, Mubadala Energy akan mempercepat proses pengeboran sumur eksplorasi lainnya di WK yang sama. Untuk itu, pihaknya membutuhkan dukungan berbagai pihak agar rencana tersebut dapat terwujud. “Kami berharap dukungan semua pemangku kepentingan, agar kami bisa melanjutkan penemuan ini dan dapat membantu mencapai target yang dicanangkan Pemerintah,” ujanya.
Abdulla mengakui, dalam beberapa tahun belakangan, banyak perbaikan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah dalam hal kepastian hukum dan fiscal term. Apalagi saat ini, Pemerintah sudah melonggarkan dan memberikan fleksibilitas dalam hal mekanisme kontrak gross split maupun cost recovery.
Baca juga : Ganjar - Mahfud Percepat Pengadaan Internet Gratis Buat Generasi Z
“Kami mengapresiasi Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas dalam mendorong perbaikan-perbaikan regulasi maupun fiscal term untuk mendukung KKKS,” jelasnya.
Mengingat potensi luar biasa di Indonesia, Abdulla menambahkan, Indonesia menjadi salah satu investasi pihak Mubadala Energy, terutama dalam hal energi yang bersih seperti gas bumi. “Ini sejalan dengan strategi perusahan dalam mendukung transisi energy,“ pungkasnya.
Untuk diketahui, Satuan Kerja Khusus pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minya dan gas Bumi (SKK MIGAS), merupakan suatu satuan kerja khusus yang ditugaskan Pemerintah, dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk menyelenggarakan pengelolaan kegiatan usaha hulu Minyak dan Gas Bumi, berdasarkan Peraturan Presiden No. 95/2012 jo. Peraturan Presiden No. 9/2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No. 36/2018 jo. Peraturan MESDM No. 2/2022.
Baca juga : SKK Migas-Pertamina EP Papua Field Rehabilitasi Terumbu Karang
SKK Migas bertugas mengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). Pembentukan lembaga ini dimaksudkan, supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik Negara, dapat memberikan manfaat dan penerimaan maksimal bagi Negara, untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Sementara Mubadala Energy, adalah perusahaan energi internasional terkemuka, yang diakui sebagai operator yang bertanggung jawab dan mitra handal (valued partner). Perusahaan ini menjalankan operasi untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat dengan aman, berkelanjutan dan efisien.
Mubadala Energy merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Mubadala Investment Company, milik Pemerintah Abu Dhabi. Perusahaan ini mengelola portfolio yang lebih mengutamakan pada gas (gas biased) dengan aset dan operasi yang tersebar di 11 negara, terutama di Timur Tengah dan Afrika Utara, Rusia dan Asia Tenggara. Produksi working interest perusahaan ini sekitar 500.000 setara barel minyak per hari.
Baca juga : Kolaborasi-Integrasi, Biar Gas Bumi Indonesia Gaspol
Mubadala Energy juga pemegang net areal terbesar di wilayah Andaman, dengan 80 persen working interest di KKS South Andaman. Hasil positif penemuan Layaran-1 akan mengurangi risiko (de-risking) multi-TCF pada sumber daya (resources) gas prospektif di wilayah tersebut dan memberikan landasan bagi pertumbuhan organik (organic growth) di masa depan, sejalan dengan strategi perusahaan yang berbasis gas (gas biased). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya