Dark/Light Mode

Ada El Nino Dan Ketidakpastian Global

Airlangga Pede Ekonomi RI Capai Target Tahun Ini

Minggu, 11 Februari 2024 06:10 WIB
Menteri Koordinator Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang ditetapkan Pemerintah dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) gagal mencapai target 5,3 persen pada 2023. Sepanjang tahun 2023 ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,05 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2023 salah satunya disebabkan oleh perekonomian global yang mengalami perlambatan.

Selain itu, melambatnya per­tumbuhan ekonomi juga disebabkan fenomena cuaca El Nino yang berkepanjangan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertum­buhan ekonomi nasional 2023 capaian 5,05 persen lebih tinggi dari perkiraan sejumlah lembaga internasional.

Baca juga : Bansos Beras Distop Sementara, Jokowi Tidak Kampanye

“Angka ini lebih tinggi dari consense forecast yang mem­perkirakan pertumbuhan ekono­mi kita pada 2023 adalah 5,03 persen,” kata Airlangga di kan­tor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/2/2024).

Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 juga relatif lebih tinggi dengan inflasi yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Dari segi pertumbuhan ekono­mi, Indonesia berada di bawah China (5,20 persen), Filipina (5,57 persen) dan Uzbekistan (6 persen). Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,05 persen sejajar dengan Vietnam yang juga men­catatkan angka yang sama.

Kemudian, dari sisi pengenda­lian inflasi, Indonesia juga lebih stabil dibandingkan Korea Selatan (3,2 persen), Jerman (3,7 persen), bahkan Rusia (7,42 persen).

Baca juga : Ucapannya Bikin Heboh, Ahok Kembali Ke Sifat Aslinya

“Pengendalian inflasi Indonesia juga lebih baik. Indonesia bisa menahan inflasi 2,61 persen. In­flasi kita itu sebagai top lima. Di atas kita Jepang, Arab Saudi, Italia dan China,” jelas Airlangga.

Lebih lanjut, dari sektor lapangan usaha, sektor konstruksi tumbuh 7,68 persen, sektor industri pengo­lahan tumbuh 4,07 persen, sektor pertambangan dan penggalian juga tumbuh sebesar 7,46 persen.

Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan kumulatif tertinggi adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh 13,96 persen.

Disusul oleh jasa lainnya sebesar 10,52 persen serta ako­modasi, makanan dan minuman 10,01 persen.

Baca juga : Para Menteri Tak Terganggu Pilpres

“Dengan berbagai catatan positif tersebut, kita optimistis ekonomi Indonesia tetap solid dan bisa mencapai target 5,2 persen pada 2024,” ujar Airlangga.

Untuk mengejar target per­tumbuhan ekonomi tahun ini, kata Airlangga, Pemerintah akan mendorong industrialisasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.