Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Konflik Geopolitik Eropa Dan Timteng Belum Reda
Pertamina Pastikan Fokus Dukung Ketahanan Energi
Rabu, 19 Juni 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rantai pasok energi rawan terganggu seiring masih bergejolaknya konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah (Timteng). Menghadapi tantangan itu, Pertamina memastikan fokus dalam menjalankan mandat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik Eropa dan Timteng telah mendorong banyak negara memikirkan cara untuk mengamankan kebutuhan energi domestik.
Tidak terkecuali Indonesia, yang berupaya membentuk cadangan stok energi dalam negeri. Apalagi mengingat kebutuhan energi dalam negeri masih bergantung pada minyak dan gas (migas), yang sebagian besar diimpor.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, Pemerintah sudah seharusnya menyiapkan rencana cadangan penyangga energi, baik bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) maupun non EBT.
Sebab, lanjutnya, Indonesia belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan energi sendiri.
Baca juga : Luhut Ajak Investor Bangun Pabrik Panel Tenaga Surya
“Kita tahu, BBM saja masih impor. Maka perlu dipikirkan, berapa banyak kebutuhan energi yang diperlukan ke depannya. Sumber (energi)-nya dari mana?” kata Fahmy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dengan begitu, ketika terjadi kondisi geopolitik global, yang berbuntut sejumlah negara pengeskpor minyak dan gas membatasi komoditasnya, namun Indonesia bisa mengatasi hal itu dan tak lagi terpengaruh.
Ia mencontohkan kemandirian energi sudah dilakukan oleh Amerika Serikat (AS).
“Amerika memiliki alternatif energi, sehingga punya kemandirian energi sendiri. Indonesia juga harus didorong seperti itu, apalagi sumber energi yang berbasis EBT juga banyak dimiliki Indonesia,” tegasnya.
Juru bicara atau Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso
Dihubungi terpisah, Juru bicara atau Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, selama ini perseroan sudah memiliki dan menjalankan istem inventory. Seperti ketahanan stok BBM dan LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk sekian hari.
Baca juga : Duh, Oknum Pengembang Sewakan Fasos Dan Fasum
“Kalau konsepnya cadangan, Pertamina sudah melakukan itu,” ujar Fadjar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Fokus Jalankan Mandat
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman mengakui, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pada tahun lalu adalah konflik geopolitik di Eropa dan Timteng. Sebab, masalah itu memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia.
Menurut Taufik, konflik tersebut rawan mempengaruhi rantai pasok dan harga komoditas energi dan pangan.
Meski demikian, lanjutnya, di tengah tantangan tersebut, pihaknya tetap fokus dalam menjalankan mandat untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Sebab, pihaknya harus dapat memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya dalam penyediaan BBM bagi masyarakat dan kalangan industri, yang berkoordinasi dengan Pertamina Group.
Baca juga : Jerman Vs Hungaria, Misi Amankan Tiket 16 Besar
“Karena KPI juga diharapkan memiliki profitabilitas yang baik,” kata Taufik melalui siaran pers, Jumat (14/6/2024).
Sepanjang 2023, kata Taufik, pihaknya mampu mengolah minyak mentah sekitar 340,91 juta barel.
Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 333,06 juta barel, dengan produksi produk BBM tahun 2023 sebanyak 274,80 juta barel.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya