Dark/Light Mode

Biar Bisa Ekspor Listrik Ke Singapura

Luhut Ajak Investor Bangun Pabrik Panel Tenaga Surya

Rabu, 19 Juni 2024 07:00 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Instagram luhut.pandjaitan
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Instagram luhut.pandjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia sedang bersiap mengekspor listrik rendah karbon ke Singapura sebesar 2 Giga Watt (GT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Untuk itu, para investor dan produsen tenaga surya asal China diajak terlibat membangun pabrik panel tenaga surya di Indonesia.

“Indonesia memiliki potensi tenaga surya sebesar 3.000 GW. Sedangkan permintaan dari Singapura 11 GW hingga tahun 2035. Karena itu, saya mendorong produsen tenaga surya dan supply chain China mendirikan pabrik di Indonesia,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dikutip dari Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (17/6/2024).

Hal itu dilontarkan Luhut saat bertemu Menteri Luar Negeri China H.E Wang Yi di kawasan Geopark Changai Shan, China. Keduanya membahas usulan tiga arah kerja sama yang disepakati dalam pertemuan High Level Dialogue and Cooperation Mechanisme (HDCM) Indonesia-China keempat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada April 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga menekankan dua langkah penting dalam meningkatkan kerja sama Indonesia-China.

Baca juga : Duh, Oknum Pengembang Sewakan Fasos Dan Fasum

Pertama, pembentukan task force untuk mendorong kerja sama ketahanan pangan dan kesehatan.

Kedua, tiga bidang kerja sama pembangunan hijau, pembangunan digital dan kesejahteraan rakyat diarahkan untuk implementasi berbagai kerja sama G2G yang telah ditandatangani pada 2023 untuk bidang kerja sama ekonomi digital, transisi energi dan hilirisasi.

“Saya juga sampaikan agar perusahaan-perusahaan China yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam investasi energi hijau, turut mengundang supplier-nya untuk berinvestasi di Tanah Air. Khususnya industri baterai berbasis nikel menggunakan produksi nikel di Indonesia,” jelasnya.

Luhut juga mengaku meminta bantuan China untuk membantu upaya Indonesia meningkatkan kualitas udara. Dalam hal ini berupa technical assitance untuk penurunan polusi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Baca juga : Jerman Vs Hungaria, Misi Amankan Tiket 16 Besar

Selain itu, Luhut mengundang Pemerintah China berpartisipasi dalam Indonesia International Sustainability Forum yang akan digelar pada 5-6 September 2024.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi mengatakan, listrik yang diperjualbelikan antara Indonesia-Singapura berasal dari PLTS.

Mekanisme penjualan listrik dari sumber EBT (Energi Baru Terbarukan) saat ini masih dalam pembahasan.

“Target kuota penjualan listrik yang ditetapkan Singapura yang disetujui, yakni 2 GW,” ujar Eniya. DIR

Baca juga : Mazzulla Bawa Celtics Juara

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 19 Juni 2024 dengan judul "Biar Bisa Ekspor Listrik Ke Singapura, Luhut Ajak Investor Bangun Pabrik Panel Tenaga Surya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.