Dark/Light Mode

Konflik Geopolitik Eropa Dan Timteng Belum Reda

Pertamina Pastikan Fokus Dukung Ketahanan Energi

Rabu, 19 Juni 2024 07:05 WIB
Konflik Geopolitik Eropa Dan Timteng Belum Reda Pertamina Pastikan Fokus Dukung Ketahanan Energi

 Sebelumnya 
“Alias meningkat 5,15 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 261,35 juta barel,” tuturnya.

Tak hanya itu, pada 2023, pihaknya juga meneguhkan komitmennya untuk menjadi leading dan pioneer dalam pengembangan drop in re­newable fuel. Khususnya Sus­tainable Aviation Fuel (SAF) atau Bioavtur yang menjadi jawaban untuk dekarbonisasi industri penerbangan sipil. Dan telah memenuhi persyaratan aspek safety yang ketat.

Menurut dia, inovasi SAF merupakan upaya perusahaan dalam menjawab tantangan bisnis dan kebutuhan pasar, terkait bahan bakar terbarukan dan rendah emisi di industri penerbangan sipil.

“Sekaligus mendukung komitmen Pemerintah dalam capaian target Net Zero Emis­sion (NZE),” ucapnya.

Selain itu, KPI bertekad akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk ramah lingkungan. Yang mencakup pengembangan dan produksi bahan bakar ramah lingkungan.

Baca juga : Luhut Ajak Investor Bangun Pabrik Panel Tenaga Surya

Upaya ini mencakup pengem­bangan dan produksi bahan bakar ramah lingkungan, seperti Pertamina RD (Renewable Die­sel), yang tetap menjadi fokus meskipun dalam kondisi pasar yang menantang.

KPI juga berkomitmen, imbuh Taufik, terhadap produksi energi bersih melalui produk seperti HVO (Hydrotreated Vegetable Oil), LSFO (Low Sulphur Fuel Oil) V 1250, Musicool dan Biosolar 30 (B30).

“Ini semua menunjukkan de­dikasi PT KPI terhadap inisiatif dekarbonisasi dan keberlanjutan,” katanya.

Dia melanjutkan, dengan pre­diksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil tahun 2024, pihaknya akan mengop­timalisasi aset yang dimiliki untuk berinovasi dan kelincahan operasional dalam pengelolaan bisnis end-to-end.

“Yakni mulai dari pemili­han crude sampai pada pengoperasian kilang dan penyaluran produk,” terangnya.

Baca juga : Duh, Oknum Pengembang Sewakan Fasos Dan Fasum

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menjelaskan, pihaknya bersama Pemerintah tengah menyiap­kan cadangan penyangga energi secara bertahap hingga 2033.

Selain itu, penyimpanan cadangan energi ini, rencananya akan disiapkan melalui penye­waan tangki milik perusahaan swasta dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), atau mem­bangun sendiri sesuai alokasi anggaran yang ada.

Ia menilai, hal ini juga sebagai langkah antisipasi, mengingat posisi Indonesia yang masih mengimpor 80 persen dari total kebutuhan LPG (Liquefied Pe­troleum Gas) dalam negeri.

“Ketika negara lain enggan mengekspor LPG ke Indonesia, terutama dari Arab Saudi, maka Indonesia masih punya cadangan,” kata Djoko di Jakarta, Rabu (12/06/2024).

Komoditas selanjutnya, kata dia, adalah bensin (gasoline), yang masih bergantung pada impor.

Baca juga : Jerman Vs Hungaria, Misi Amankan Tiket 16 Besar

Dengan begitu, ada tiga ko­moditas yang akan disiapkan cadangan penyangganya, yakni minyak mentah, LPG dan bensin.

“Cadangan penyangga energi, kita belum punya, sekarang baru cadangan operasional. Nanti kalau punya itu, kita bisa lebih hebat lagi,” tutupnya. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 19 Juni 2024 dengan judul "Konflik Geopolitik Eropa Dan Timteng Belum Reda, Pertamina Pastikan Fokus Dukung Ketahanan Energi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.