Dark/Light Mode

Efek Gejolak Ekonomi Global Sangat Cepat

Kadin: Pebisnis Jangan Terlena Oleh Data Makro

Senin, 1 Juli 2024 07:05 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid.

 Sebelumnya 
Menurut Arsjad, tantangan utama saat ini adalah bagaimana Indonesia bisa waspada dan mengantisipasi agar dampak negatif dari kondisi global tidak masuk ke dalam negeri.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antar pihak termasuk BI, Pemerintah dan sektor swasta.

Kerja sama ini diperlukan guna menjaga optimisme pasar dan memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap bisa bertahan dan berkembang kendati di bawah tekanan global.

Kadin Indonesia juga mendorong seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menjaga stabilitas ekonomi. Dan mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemerintah dalam menghadapi tantangan ini,” ujarnya.

Baca juga : OJK Perkuat Climate Risk Management

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tren nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat, didukung faktor fundamental ekonomi Indonesia.

“Rupiah secara fundamental itu trennya akan menguat. Inflasi kita rendah, growth bagus, kreditnya bagus,” kata Perry.

Faktor fundamental yang diperkirakan akan mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah adalah inflasi rendah, yakni 2,8 persen, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan 5,1 persen, serta pertumbuhan kredit sebesar 12 persen.

Namun, Perry memperingatkan adanya faktor sentimen jangka pendek yang bisa menyebabkan rupiah melemah.

Baca juga : Banyak Dikeluhkan Orangtua, PPDB DKI Amburadul

Di antaranya kondisi geopolitik global dan sikap bank sentral AS atau The Fed yang tidak terburu-buru memangkas suku bunga.

Di dalam negeri, Indonesia juga sedang menghadapi sentimen domestik dengan kenaikan permintaan pembiayaan dari korporasi untuk repatriasi deviden dan pembayaran utang.

“Meskipun fundamentalnya ke depan rupiah akan menguat, tetapi gerakan dari bulan ke bulan akan tergantung pada sentimen-sentimen ini,” ujar Perry.

Jika dibandingkan dengan mata uang negara lain, kata dia, pelemahan rupiah masih lebih baik.

Baca juga : Prancis Vs Belgia, Tim Ayam Jantan Ogah Jumawa

Sejak Desember 2023 hingga pertengahan Juni ini, rupiah melemah 5,92 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, won Korea melemah 6,78 persen, baht Thailand melemah 6,92 persen, peso Meksiko melemah 7,89 persen, real Brazil melemah 10,63 persen, dan yen Jepang melemah 10,78 persen.

“Jadi pelemahan rupiah itu relatif masih lebih baik. Dan kami yakin ke depan akan menguat, fundamentalnya akan mengarah ke sana,” jelasnya. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 01 Juli 2024 dengan judul "Efek Gejolak Ekonomi Global Sangat Cepat, Kadin: Pebisnis Jangan Terlena Oleh Data Makro"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.