Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lahirkan Human Champions di Era Industri Aviasi 4.0, AP II Gandeng BPSDM Kemenhub
Rabu, 11 Desember 2019 00:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sektor kebandarudaraan nasional memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tantangan global di era Industri Aviasi 4.0. Menyikapi hal itu, PT Angkasa Pura II (Persero) alias AP II dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusi (BPSDM) Kemenhub menjajaki kerja sama untuk melahirkan SDM unggul guna menjawab tantangan tersebut.
AP II dan BPSDM Kemenhub menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pemenenuhan Kebutuhan dan Pengembangan SDM Bidang Kebandarudaraan di Era Global, di Jakarta, Selasa (10/12).
President Director AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, sektor kebandarudaraan nasional saat ini menghadapi disrupsi kompetensi SDM pengelola bandara, selain disrupsi teknologi dan disrupsi regulasi. “Harus terbangun konsep pengembangan SDM yang sejalan antara kebutuhan industri dan kurikulum di kampus, sehingga tercipta human champions di sektor kebandarudaraan nasional dalam menghadapi era Industri Aviasi 4.0,” jelas Muhammad Awaluddin.
Baca juga : Chelsea Vs Ajax Amsterdam, Poros Tengah Siap Tempur
Muhammad Awaluddin menekankan, kompetensi SDM yang berada di daftar paling atas, yang paling dibutuhkan AP II adalah digital savvy. Karyawan harus bisa memanfaatkan teknologi dan bekerja sama di dalam lingkungan digital modern. Melalui MoU itu, AP II dan BPSDM Kemenhub akan bersama-sama menyusun program terpadu meliputi pengembangan kompetensi SDM, program pendidikan dan pelatihan, rekrutmen, magang, dan pengembangan kompetensi di era Industri Aviasi 4.0.
“PT Angkasa Pura II sendiri saat ini sudah memiliki program transformasi digital untuk menghadapi era Industri Aviasi 4.0, yang disebut dengan Strategic Transformation 4.0. Di dalamnya kami fokus melakukan pengembangan bandara dan peningkatan pelayanan melalui artificial intelligence, internet of things, robotic technology, automation, blockchain, hingga quantum computing,” ungkap Muhammad Awaluddin.
Sebelumnya, AP II juga telah melakukan program transformasi digitalnya dengan menghadirkan berbagai produk atau konsep seperti Airport Operation Control Center (AOCC), Terminal Operation Center (TOC), chatbot Tasya berbasis artificial intelligence, dan lain sebagainya.
Baca juga : Siapkan Turnamen di China, Indra Sjafri Panggil 30 Pemain U-23
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi AP II yang ingin bekerja sama langsung dengan BPSDM Kementerian Perhubungan guna memajukan sektor kebandarudaraan nasional melalui peningkatan kompetensi SDM. Menhub menuturkan, kedua pihak dapat berkolaborasi dalam pembelajaran dan pelatihan SDM yang sejalan dengan kebutuhan industri.
“Saya minta untuk mengintensifkan kedalaman konten agar ada relevansi terhadap dunia industri. Vokasi menjadi inisiatif yang sangat penting,” ujar Menhub.
Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti, mengatakan, nantinya kurikulum yang ada di bawah BPSDM Kemenhub akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik AP II. “Kami akan melakukan memperbarui kurikulum sehingga diharapkan SDM nantinya dapat sesuai dengan kebutuhan PT Angkasa Pura II,” ujarnya.
Baca juga : Perusahaan Jerman Mau Kembangkan Industri Pelumas Berbasis CPO Di Indonesia
BPSDM Kemenhub dan AP II ke depan juga akan berkolaborasi terkait dengan fasilitas dan proses pembelajaran di Airport Learning Center (ALC) yang terletak di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. ALC adalah pusat pelatihan pendidikan pertama di Indonesia khusus untuk mengantisipasi dinamisnya pelayanan kebandaudaraan di masa depan. Keberadaan ALC untuk mencapai tiga tujuan utama yakni melahirkan pemimpin andal (Center of Chiefship), membentuk personil yang memiliki pengetahuan mendalam tentang layanan bandara (Center of Competence), serta mewujudkan standar global di seluruh bandara Angkasa Pura II (Center of Certification). [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya