Dark/Light Mode

Luhut Sebut 30 Investor Siap Bantu Ibu kota Baru

Kamis, 27 Februari 2020 08:51 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada 30 investor yang tertarik untuk menanamkan duitnya di ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, 30 investor ini berasal dari berbagai negara. Di antaranya, Uni Emirat Arab, Jepang, China, Australia, Amerika Serikat dan Hungaria. 

“Saya baru dikirim daftarnya, sudah hampir 30 perusahaan besar yang ingin berpartisipasi,” katanya di Jakarta, kemarin. 

Menurutnya, 30 perusahaan tersebut bermacam-macam. Di antaranya perusahaan listrik, mobil, pompa air, dan lainnya. 

Baca juga : Reckitt Benckiser Siap Bantu Pemerintah Atasi Stunting

Di samping itu, Luhut mengatakan, ada beberapa negara yang sudah menawarkan diri secara terbuka untuk turut menanamkan modal. 

Tawaran itu disampaikan kepada sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju saat menghadiri pertemuan-pertemuan kenegaraan seperti G20. 

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, minat investor asing saat ini tersebar untuk beberapa skema kerja sama dan sektor. 

Di antaranya, tiga institusi asing berniat ingin berinvestasi melalui skema Sovereign Wealth Fund (SWF). Selanjutnya, satu negara ingin berinvestasi dengan skema bilateral fund. 

Baca juga : Investasi BP Jamsostek Clear, Tak Bermasalah

Kemudian, lima perusahaan asing tertarik berinvestasi di bidang sekuritas, satu perusahaan tertarik di bidang asuransi, empat perusahaan tertarik untuk bidang air minum, tiga perusahaan untuk bidang listrik. 

Lalu, satu perusahaan untuk bidang limbah/persampahan, satu perusahaan untuk bidang fasilitas kesehatan, satu perusahaan untuk hunian, dan satu perusahaan untuk retail. 

Ada juga lima perusahaan yang tertarik untuk bidang transportasi. Kemudian, satu perusahaan tertarik investasi di bidang telekomunikasi, dan enam perusahaan tertarik untuk bidang industri. 

Luhut juga menjelaskan alasan pemerintah memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Salah satunya, ingin menginisiasi ibu kota yang tepat berada di tengah-tengah Indonesia. Pemindahan juga bertujuan mengatasi masalah di Jakarta seperti kepadatan penduduk, polusi udara yang tinggi, kemacetan lalu lintas, dan menurunnya permukaan tanah. 

Baca juga : Pembangunan Kalbar Penting Sebagai Penyangga Ibu Kota Baru

Untuk itu, ibu kota baru akan didesain sebagai kota ramah lingkungan dan pintar dengan mengadopsi teknologi tinggi, seperti clean energy dan kendaraan listrik. 

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menambahkan, pengembangan transportasi darat di ibu kota baru membutuhkan dana sekitar Rp 9,6 triliun. 

Dia menjelaskan, transportasi umum akan difokuskan untuk kategori ramah lingkungan.“Rencananya menggunakan kendaraan bertenaga listrik dan kualifikasi autonomus bus dan rel,” jelas Budi Karya. 

Dari jumlah tersebut, total dana yang akan digunakan untuk pembangunan Bus Rapid Transit sepanjang 112 km, pengembangan intelligent transportation system, pembangunan perlengkapan jalan 560 km, dan fasilitas pendukung dan integrasi moda sembilan lokasi termasuk 1 terminal tipe A sebesar Rp 225 miliar. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.