Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Driver ojek online alias ojol senang dengan keputusan Presiden Jokowi yang longgarin kredit motor selama setahun. Sebab, pasca corona mewabah pendapatan mereka berkurang.
Nasib ojol maupun taksi online akibat wabah corona ini memang mengkhawatirkan. Banyaknya kantor maupun instansi yang menerapkan Work From Home membuat orderan sepi. Kini mereka hanya mengandalkan pesan antar barang dan pembelian makanan saja.
Baca juga : KPK Pelototi Anggaran Corona
Ketua Presidium Asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengungkapkan, pendapatan harian menjadi anjlok akibat corona. "Selama kebijakan social distancing dan work from home diberlakukan, pendapatan driver rontok hingga 70 persen. Normalnya bisa dapat Rp 200 ribu per hari, sekarang hanya Rp 60.000," ungkapnya.
Igun mengaku, sudah mengajukan surat tertulis kepada pemerintah dan juga kepada aplikator dalam memberikan keringan berupa pemundaan pembiayaan cicilan hingga menghapus sementara presentase biaya yang harus dibayarkan kepada aplikator.
Baca juga : Jokowi Panggilin Bos Parpol, Ada Apa Ya..?
Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Wiwit Sudarsono mengatakan, pendapatan taksi online turun drastis karena aktivitas perkantoran tak begitu ramai seperti hari biasanya. "Pendapatan kami bisa turun sampai 80 persen," katanya.
Menurut Wiwit, taksi online bisa dibilang lebih terpukul dibanding ojol. Karena, ojol saat orderan penumpang sepi bisa beralih melayani antar makanan maupun barang. Sementara taksi online tidak ada layanan lain di luar tumpangan orang.
Baca juga : Relawan Jokowi Dukung Sikap Kritis, Tapi Tolak Hoaks dan Fitnah
Sebelumnya, Presiden Jokowi menjanjikan keringanan dalam pembayaran angsuran kredit motor selama setahun. Tak hanya ojol tapi juga bagi sopir taksi dan nelayan. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban dampak dari wabah virus corona.
"Tukang gojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau kredit mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit perahu, saya kira ini perlu disampaikan mereka tak perlu khawatir, pembayaran angsuran akan diberi kelonggaran 1 tahun," katanya dalam rapat terbatas melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3). [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya