Dark/Light Mode

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil Di Tengah Konflik Timur Tengah

Selasa, 4 Agustus 2026 20:59 WIB
Foto: OJK
Foto: OJK

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah gagalnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK pada 29 Juli 2026 menyimpulkan bahwa sektor jasa keuangan masih berada dalam kondisi stabil di tengah meningkatnya risiko global.

Menurut Friderica, eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia. Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) pada Juli 2026 merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3 persen dari sebelumnya 3,1 persen pada proyeksi April 2026 akibat perang yang berkepanjangan.

“Namun, perkembangan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) menjadi upside risk yang dapat menyeimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi global,” kata Friderica dalam konferensi pers hasil RDK OJK secara virtual, Selasa (4/8/2026).

Baca juga : Israel Terus Bom Gaza, Perdamaian Cuma Ilusi

Ia juga menyoroti kebijakan tarif baru yang diterapkan AS terhadap 60 negara mitra dagang sebagai pengganti tarif sementara yang berakhir pada 24 Juli 2026.

Menurutnya, kenaikan tekanan di pasar energi global serta penerapan tarif baru tersebut membuat premi risiko global tetap tinggi dan berpotensi memicu berlanjutnya volatilitas harga komoditas.

“Indikator perekonomian global mengalami divergensi antarnegara. Aktivitas manufaktur di negara maju menunjukkan perbaikan yang lebih kuat, sementara pertumbuhan manufaktur di negara berkembang relatif lebih terbatas,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menambahkan, inflasi di AS terus menunjukkan moderasi dengan aktivitas ekonomi yang relatif stabil. Sementara itu, China mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 pada level terendah sejak akhir 2022 akibat konsumsi dan investasi swasta yang masih lemah, meski ekspor tetap menjadi penopang utama. Di Eropa dan Inggris, inflasi juga melanjutkan tren penurunan.

Baca juga : Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman

“Pasar keuangan global bergerak mixed di tengah kembali tereskalasinya konflik di Timur Tengah. Outflow nonresiden di pasar keuangan global kembali terjadi, meskipun intensitasnya mulai menunjukkan moderasi,” katanya.

Dari dalam negeri, Friderica menyebut tekanan harga mulai mereda. Inflasi pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara aktivitas manufaktur kembali masuk ke zona ekspansi dengan indeks PMI sebesar 50,2.

“Berdasarkan perkembangan tersebut, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga, didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan kinerja intermediasi perbankan terus menguat dengan profil risiko yang tetap terjaga.

Baca juga : Bos OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Masih Terjaga

“Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 kembali terakselerasi menjadi 12,67 persen secara tahunan atau mencapai Rp9.081 triliun, lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang tumbuh 11,51 persen,” katanya.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 10,21 persen secara tahunan menjadi Rp10.282 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan giro sebesar 9,95 persen, deposito 8,25 persen, dan tabungan 12,16 persen.

Selain itu, kualitas kredit terus membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen dan NPL net terjaga di level 0,82 persen. Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,47 persen, sedangkan tingkat profitabilitas perbankan yang tercermin dari Return on Assets (ROA) berada di level 2,47 persen.

“Ketahanan permodalan perbankan tetap kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,70 persen,” ujar Dian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.