Dark/Light Mode

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bisnis Pertanian Berbasis Startup Naik Signifikan

Jumat, 10 April 2020 13:27 WIB
Petugas Kedai Sayur mengantarkan pesanan pangan ke konsumen. (Foto: Dok. Kementan)
Petugas Kedai Sayur mengantarkan pesanan pangan ke konsumen. (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Imbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah selama pandemi Covid-19 justru berdampak positif pada startup pertanian berbasis teknologi aplikasi smartphone. Layanan tersebut merupakan pendekatan jeli pelaku usaha untuk mempermudah layanan jasa pada konsumen.

Hal ini diungkapkan Direktur Operasional Kedai Sayur Indonesia, Ahmad Supriyadi. Kata dia, pemberlakuan untuk tetap di rumah membuat order pembelian produk pertanian di Kedai Sayur mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berita Terkait : Angka Kejahatan Turun Selama Pandemi Covid-19

"Walaupun permintaan dari market B2B seperti hotel, resto, cafe, dan catering mengalami penurunan, namun permintaan konsumen rumahan atau individu mengalami lonjakan tajam. Sehingga flow bisnis kami sekarang cendrung lebih fokus ke B2C," katanya, Jumat (10/4) seperti keterengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Supriyadi menjelaskan, saat pandemi corona muncul di Indonesia, customer seketika berubah haluan dari yang biasanya menggunakan metode tradisional beralih ke dunia digital online. Beruntung, Supriyadi sudah merencanakan strategi ini jauh-jauh hari. Ia sudah melakukan analisa produk selama pandemi Covid-19. Produk yang termasuk kategori kebutuhan tinggi akan dipantau dari segi persediaan dan harga.

Berita Terkait : Mentan Cek Stok Pabrik Gula di Cilegon, 250 Ribu Ton Siap Banjiri Pasar

"Kami sudah mempersiapkan kasus per kasus untuk beberapa langkah ke depannya supaya interaksi online meningkat. Ketika orang-orang khawatir untuk keluar, di situlah kami hadir menawarkan solusi. Sesuai dengan slogan Kedai Sayur yaitu sayurnya diantar aja, kami akan memberikan service terbaik bagi konsumen," tambahnya.

Supriyadi menilai keadaan sekarang merupakan tantangan dan peluang bagi usahanya. Ia harus mencari solusi bagaimana tetap melayani konsumen serta beradaptasi dengan perubahan yang ada.
 Selanjutnya