Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Kisah Petugas KAI Yang Harus Tetap Bertugas di Tengah Risiko Covid-19
Senin, 13 April 2020 13:40 WIB
Sebelumnya
Senada dengang Yoana, Malinda seorang petugas customer service yang bertugas di Stasiun Bandung merasakan hal yang sama. “Saya harus tetap berdinas menjalankan kewajiban dalam kondisi bagaimanapun. Dalam kondisi pandemi corona ini, jujur sedikit was-was karena kita tidak tahu siapa orang yang sudah terinfeksi dan dapat menularkan.
Ibu saat ini juga sedang sakit di rumah, takutnya kondisi imun ibu tidak sebaik saya yang masih muda sehingga lebih rentan sakit. Ketika tidak berdinas saya menghabisakan waktu untuk merawat ibu karena tidak ada yang menjaganya,” ucap Malinda.
“Tidak sedikit calon penupang KA yang tidak peduli dengan sekitar seperti batuk di depan saya dan tidak menjaga jarak. Namun, saya tidak segan untuk memberikan nasihat dan mengimbau agar tetap menjaga kenyamanan bersama.
Sebagai langkah antisipasi, saya juga tidak lupa menggunakan APD yang disediakan perusahaan antara lain masker, handglove, dan rutin mencuci tangan dengan hand sanitizer. Hal ini saya lakukan karena sangat takut membawa penyakit ke rumah, terlebih kondisi orang tua yang tidak begitu sehat, ” jelas Malinda.
Baca juga : Atasi Ekses Pandemi Corona, Kementan Harus Diperkuat Cegah Krisis Pangan
Pada kondisi seperti ini mereka berdua mengaku tetap menjaga agar kondisi tubuh tetap sehat dan fit. Salah satu yang dilakukan menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang, minum vitamin, istirahat cukup dan memperbanyak minum air putih.
Selain itu, dalam melakukan aktivitas kerja mereka juga mengikuti standart operasional pekerjaan (SOP) yang diberlakukan KAI dan menjaga prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Saat ini, KAI sendiri menerapkan physical distancing baik di Stasiun maupun KA dengan memberikan jarak tempat duduk di kursi antrean loket, customer service dan ruang tunggu. Di dalam rangkaian KAI memberlakukan kapasitas maksium angkutan penumpang 50 agar agar ada jarak antara satu penumpang dan penumpang lainnya.
Untuk menjaga kebersihan di stasiun dan rangkaian KA, KAI secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Jika terpaksa bepergian menggunakan kereta api, para pengguna jasa KA tentu harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu. Tidak seperti biasanya calon penumpang hanya di cek boarding pass/e-boarding oleh petugas.
Baca juga : Kisah Wayan Jualan Telur Dibantu BRI Di Tengah Corona
Pada saat ini petugas boarding juga bertugas memastikan calon penumpang tidak memiliki gejala tertular virus corona. Hal yang dilakukan petugas yaitu dengan melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan infrared gun thermometer.
Bagi penumpang yang memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius keatas tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan dan KAI akan mengembalikan bea pemesanan tiket. Bagi penumpang suspect corona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh dengan maksimal empat orang dalam satu kode booking dan dua orang jika kode booking berbeda.
Ujang Rusen yang berdinas sebagai Assistant Manager Humas Daerah Operasi 2 Bandung mendapatkan tugas boarding empat kali sebulan selama 8 jam dalam satu kali berdinas. Ia mengaku ini merupakan pengalaman yang sedikit berbeda karena harus berdinas di tengah pandemi corona.
“Sebenarnya ada rasa khawatir saat berdinas melayani penumpang secara langsung karena sepengetahuan saya tidak semua orang yang telah terinfeksi memiliki gejala.
Baca juga : Idekan Pertemuan Spesial, Indonesia Dorong ASEAN Bersatu Lawan Covid-19
Namun, ini merupakan tanggung jawab yang tetap harus saya jalankan. Setiap pulang bedinas biasanya saya tidak berani langsung mendekat dengan keluarga, hal pertama yang dilakukan yaitu mandi dan mencuci semua pakaian,” ujarnya.
“Sebagai langkah pencegahan saya tetap menjaga pikiran tetap positif dengan mengurangi aktivitas di media sosial dan lebih sering melihat atau membaca hal-hal positif. Istirahat dan olahraga yang cukup juga diperlukan.
Selama tidak ada hal yang terlalu penting, saya usahakan tidak keluar rumah. Saat ini selain berdinas, lebih banyak waktu saya lakukan untuk bercengkrama dengan keluarga di rumah, mendengarkan musik, membantu istri memasak dan kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di rumah,” pungkas Ujang Rusen. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya