Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyambut baik menguatnya rupiah keangka Rp 15 ribuan per dolar AS hari ini. Hal ini sesuai dengan target BI.
"Alhamdulillah rupiah stabil dan menguat di angka Rp 15.515 per dolar AS. Meyakinkan apa yang saya sampaikan bahwa rupiah akan stabil dan menguat. Rupiah secara fundamental masih undervalue," ujarnya dalam video streaming Perkembangan Ekonomi Terkini, Jumat (17/4).
Perry menyebut, setidaknya ada empat faktor yang mendorong penguatan rupiah. Pertama, confidence pelaku pasar adanya stabilisasi rupiah. Menguatnya rupiah pada April ini sebagin besar karena bekerjanya mekanisme pasar, kepercayaan terbangun, sehingga BI mengurangi intervensi di pasar.
Baca juga : Tembus Rp 217 Miliar, Laba Bank Bukopin Naik 14 Persen
"Itu mengapa cadangan devisa (cadev) kita meningkat di angka 120 miliar dolar AS, karena kebutuhan intervensi sedikit. BI akan selalu berada di pasar melakukan stabilisasi," ucapnya.
Faktor kedua, lanjut Perry, adanya mekanisme pasar yang baik, di mana pelaku pasar mendukung stabilisasi rupiah. Dan intervensi BI berkurang.
Ketiga, selama seminggu terakhir sejak 14-16 April 2020, terjadi inflow (arus kas masuk). Di 14 April inflow sebanyak 0,7 triliun dolar AS, pada 15 April sebanyak 0,2 triliun dolar dan di 16 April sebanyak 2 triliun, sebagian besar inflow ke Surat Berharga Negara (SBN).
Baca juga : Tembus Rp 16.600, Rupiah Makin Sekarat
"Total ada sekitar inflow di SBN hingga 2,5 triliun dolar AS. Konfiden ini terbentuk. Karena secafa historis perkembangan yang ada di Indonesia di periode 2011-2019, data menunjukkan outflow bisanya kecil dan dalam wktu pendek. Kemudian dikuti oleh inflow dengan jumlah besar dan periode panjang," sebut Perry.
Ia mencontohkan, misalnya yang terjadi pada Perang Dagang tahun lalu. Di periode itu outflow (arus dana keluar) dari SBN mencapai 29,2 triliun dolar AS dalam waktu empat bulan. Namun yang terjadi periode sesudah itu, inflow SBN lebih besar sebanyak 229,1 triliun dolar AS selama periode 21 bulan dibanding outflow, terjadi inflow lebih besar.
"Terkait gejolak global selama ini mendasar keyakinan saat Covid outflow memang ada, tapi setelah wabah mereda, kami yakin inflow akan lebih besar dan lama. Itu juga mendasari keyakinnn kami rupiah stabil dan menguat hingga 2020," ujarnya.
Baca juga : Tembus Rp 15.223, Rupiah Babak Belur Lawan Dolar AS
Terakhir, adanya langkah-langkah berbagai dunia dan Indonesia dalam penanganan corona mulai dari stimulus fiskal dan moneter. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya