Dark/Light Mode

Soal Isu Bobolnya Data Pelanggan E-Commerce

Data Nasabah Aman Jika Rahasiakan Kode OTP

Rabu, 6 Mei 2020 10:35 WIB
Soal Isu Bobolnya Data Pelanggan E-Commerce Data Nasabah Aman Jika Rahasiakan Kode OTP

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu bobolnya data puluhan juta pelanggan Tokopedia memicu kekhawatiran di masyarakat. Terutama soal keamanan alat pembayaran digital yang biasa digunakan untuk bertransaksi di e-commerce.

Lantas bagaimana pihak perbankan sebagai perusahaan penerbit alat pembayaran digital, melihat dampak pembobolan data nasabah bagi keamanan produknya?.

SVP Kartu Kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Lila Noya menegaskan, pihaknya sudah sejak lama menerapkan langkah pengamanan transaksi di e-commerce. Baik untuk kartu kredit maupun kartu debit, yaitu dengan menggunakan one time password alias OTP.

“Jadi transaksi e-commerce hanya dapat dilakukan, jika customer menerima OTP yang dikirim Bank Mandiri ke nomor handphone customer yang terdaftar di sistem bank,” jelas Lila kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya secara terus menerus mengedukasi nasabah Bank Mandiri tentang cara aman bertransaksi menggunakan kartu kredit dan debit.

Baca juga : Tokopedia Tegaskan Data Masyarakat Aman

“Terutama tentang pentingnya menjaga keamanan data nasabah, dan untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN dan OTP yang diterima nasabah,” imbaunya.

Pengurus Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Santoso mengamini, bahwa setiap anggota AKKI telah diinstruksikan melakukan pengamanan terkait transaksi perbankan di e-commerce.

Salah satunya dengan menerapkan kode OTP, yang menampilkan password berbeda setiap kali alat pengaman kartu digunakan.

“Demi menjaga keamanan transaksi perbankan, kami mengimbau kepada nasabah jangan meminjamkan kartu ATM dan membagi kode OTP kepada siapapun dan pihak manapun,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka.

Santoso, yang juga menjabat Direktur Transaksional PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini mencontohkan, di BCA,dalam setiap proses transaksi perbankan, senantiasa menjaga kerahasiaan semua informasi transaksi.

Baca juga : Kasus Bocorannya Data Penumpang Lion Harus Disikapi Serius

Dan menerapkan sistem pengamanan transaksi sesuai regulasi yang ditetapkan otoritas terkait. Ia juga mengimbau kepada nasabah untuk memberikan informasi kepada bank, jika terdapat perubahan nomor handphone maupun alamat. Menyoal ini,

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) Pratama Dahlian Persadha mengatakan, hal yang bisa dilakukan oleh pengguna ecommerce yang diretas adalah, mengganti password dan mengaktifkan OTP lewat SMS.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengganti semua password dari akun media sosial dan platform marketplace, selain Tokopedia.

“Akibat peretasan ini bisa menjalar ke akun media sosial dan platform lainnya, seperti aplikasi mobile perbankan, bila dia menggunakan email dan password yang sama,” katanya.

Penetration test, sambung Pratama, harus sesering mungkin dilakukan e-commerce untuk mengetahui di mana saja letak celah keamanan.

Baca juga : Tangani Kebocoran Minyak, DPR Minta Peran Perusahaan Lokal Dimaksimalkan

Menurutnya, situs marketplace akan selalu menjadi sasaran para peretas karena banyak menghimpun data masyarakat. Terutama kartu kredit, kartu debit dan dompet digital.

“Perkuat pengamanan sistemnya, investasi lebih banyak untuk cyber security. Penggunaan enkripsi harus merata terhadap semua data yang berhubungan dengan user, jangan hanya password seperti saat ini,” cetusnya.

Ia juga mengingatkan, pihak e-commerce harus bertanggung jawab jika sampai data penggunanya diambil dan diperjualbelikan.

“Mereka wajib secara berulang-ulang, dengan menggunakan segala sarana media yang ada, mensosialisasikan apa saja yang harus dilakukan oleh para penggunanya untuk mencegah peretasan data,” tandasnya.

Sekadar info, Sabtu (2/5) lalu. beredar info di media sosial jika 91 juta data informasi Tokopedia telah ditembus oleh peretas. Namun Tokopedia membantah hal ini. E-commerce asli Indonesia ini hanya menyatakan, ada yang berusaha meretas jaringan mereka. Namun semua data masyarakat dipastikan tetap aman. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.