Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sambut The New Normal, Taspen Siapkan Protokol Covid-19
Minggu, 17 Mei 2020 15:35 WIB
Sebelumnya
Dijelaskan, sebagian besar personel Taspen melakukan Work From Home, dan sebagian kecil tetap harus Work From Office secara bergantian. Sejak awal, pelaksanaannya sudah menerapkan protokol PSBB secara sangat ketat di seluruh titik layanan.
Taspen juga telah melakukan rapid test kepada seluruh karyawan dan karyawati, yang dikonfirmasi ulang dengan PCR Swab Test, apabila ada yang ditengarai berisiko berdasarkan hasil rapid test.
"Syukur Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada karyawan dan karyawati Taspen yang dinyatakan positif mengalami gejala. Apalagi, sampai harus dirawat intensif di rumah sakit akibat Covid-19. Namun, kami tetap tidak lengah dan secara periodik terus melakukan rapid test bagi seluruh personel. Serta menerapkan dan mengawasi secara ketat penerapan karantina mandiri, apabila ada karyawan/karyawati yang anggota keluarganya ditengarai terdampak Covid-19," jelas Kosasih.
Baca juga : WHO: Epidemiologi Lokal Harus Jadi Acuan Perangi Covid-19
Taspen menanggung biaya rapid test dan PCR Swab Test, yang diperlukan untuk memastikan seluruh karyawan dan karyawati sehat dan aman. Karena Taspen melayani pensiunan yang rentan terhadap dampak Covid-19.
Untuk menerapkan protokol PSBB secara sangat ketat,namun tetap mampu memberikan pelayanan maksimal bagi para peserta, Taspen menerapkan pelayanan dan operasional secara digital melalui berbagai sistem dan aplikasi yang ada seperti e-Klim untuk klaim asuransi dan pensiun, TASPEN CARE untuk pelayanan online dan TASPEN MOBILE untuk aplikasi otentikasi berbasis daring.
Selain itu, Call Center Taspen tetap beroperasi penuh di 1500-919 untuk melayani kebutuhan para peserta. Secara terbatas, dan dengan menerapkan protokol PSBB secara sangat ketat, kantor-kantor layanan Taspen juga masih buka untuk melayani kebutuhan darurat. Khususnya, bagi para pensiunan yang tidak memiliki kemampuan untuk menerima layanan dan melakukan aktivitas secara digital.
Baca juga : Di Rumah Aja Saat Ramadan, BNI Siapkan Promo
"Kami bersyukur, Taspen telah menyiapkan diri untuk menjadi penyedia pelayanan berbasis digital dan TI sebelum krisis ini muncul. Sehingga, pada saat dibutuhkan, Taspen sudah siap dan mampu memberikan pelayanan dan melakukan operasional berbasis digital di seluruh kantor layanan Taspen yang tersebar di seluruh wilayah dan pelosok Indonesia," tutur Kosasih.
Taspen juga secara ketat menerapkan kebijakan larangan mudik bagi seluruh personel. Termasuk, seluruh pegawai outsourcing yang dikontrak Taspen.
Pelanggaran terhadap larangan mudik ini dikategorikan sebagai pelanggaran berat oleh perseroan, dan akan dikenakan sanksi yang berat dan tegas.
Baca juga : Juru Bicara Presiden Putin Positif Covid-19
"Meski berat bagi insan Taspen yang bertugas jauh dari kampung halaman, sehingga ada yang sudah lebih 10 minggu tidak berjumpa dengan keluarga, namun seluruh insan Taspen sepenuhnya mematuhi arahan Presiden dan Menteri BUMN. Demi keselamatan bangsa Indonesia, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Air," kata Kosasih.
"Taspen mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan Taspen, yang telah rela berkorban lahir batin demi Indonesia yang lebih sehat dan masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya