Dark/Light Mode

Orang Miskin 28 Juta Lagi, Yang Nganggur Jadi 12 Juta, Daya Beli Rakyat Hilang 362 T

Ini Bukan Hoaks, Gaess !

Selasa, 23 Juni 2020 06:49 WIB
Ilustrasi warga saat menerima bansos sembako di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. (Foto: Kemensos)
Ilustrasi warga saat menerima bansos sembako di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. (Foto: Kemensos)

 Sebelumnya 
Suharso berharap, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat menahan laju orang miskin sekitar 1,2 - 2,7 juta. Salah satu instrumennya melalui program bansos. Sehingga kemiskinan masih terjaga. “Mudah-mudahan secara rasio masih bisa satu digit,” imbuh Ketum PPP ini.

Program PEN dianggarkan sebesar Rp 695,2 triliun. Rinciannya: untuk sektor kesehatan Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif dunia usaha Rp 120,61 triliun, insentif UMKM Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, dan sektoral K/L dan Pemda Rp 106,11 triliun.

Baca juga : Yang Miskin Nambah 3 Juta, Yang Nganggur Nambah 5 Juta

Suharso menambahkan, selama PSBB berlangsung, daya beli turun drastis. Hilang mencapai Rp 362 triliun. “Pandemi ini memberikan kejutan luar biasa terhadap dunia, termasuk Indonesia. Bahkan ini semacam wake up call untuk beberapa sistem negara,” cetus Suharso.

PSBB telah membatasi produktivitas nasional. Tidak sedikit perusahaan memangkas jumlah karyawannya dan berujung pada penghasilan masyarakat. “Jadi bahwa pandemi ini dari tanggal 30 Maret sampai 6 Juni, kurang lebih 10 minggu hitungan kami, hilang jam kerja luar biasa,” paparnya.

Baca juga : RUU Ektradisi Ditangguhkan, Demo Rakyat Hong Kong Sukses

Pengamat Ekonomi dari Indef, Enny Sri Hartati menyebut, memang dampak corona sangat luar biasa. Dia memprediksi, jumlah pengangguran yang ada di lapangan bahkan lebih besar dari data Bappenas. Sebab, pemerintah hanya mencatat dari sektor formal. Padahal, sektor informal dan usaha mikro juga banyak yang tutup.

Kemudian, kata Enny, tidak semua karyawan yang dirumahkan langsung kembali bekerja saat transisi menuju new normal. Enny mendapat kabar ini dari Kadin. Katanya, setelah pelonggaran PSBB, hampir seluruh industri dan ritel hanya mempekerjakan kembali 50 persen pegawai yang dirumahkan.

Baca juga : Yang Miskin 26 Juta, Yang Nganggur 7 Juta

“Belum dihitung pekerja informal. Misalnya, perkantoran yang masih WFH dan sekolah belum buka. Di sekitar situ kan ada pedagang aso ngan yang otomatis belum mulai ber dagang. Itu belum dihitung. Artinya, lebih dari itu dong,” terangnya, kemarin.

Enny mengatakan, kondisi ini berdampak langsung terhadap kemiskinan. Sehingga angka dobel digit sangat masuk akal. Terlebih, ada angka rentan miskin sekitar 40 jutaan. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.