Dark/Light Mode

Arab Saudi Naikin Bea Masuk

Mendag Waswas Ekspor Terganggu

Rabu, 24 Juni 2020 07:45 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (Foto: Kemendag)
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (Foto: Kemendag)

 Sebelumnya 
Agus juga meminta agar para pelaku ekspor tetap mempertahankan optimismenya menghadapi tantangan ini. “Kami juga meminta para pelaku ekspor untuk terus menge laborasi peluang yang ada untuk masuk ke wilayah Timur Tengah. Termasuk Arab Saudi, dengan meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia,” jelasnya.

Direktur Jenderal Pengembangan ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri menambahkan, kenaikan bea masuk Arab Saudi akan berdampak terhadap kinerja ekspor non migas. Beberapa produk yang terdampak antara lain produk otomotif yang bea masuknya naik dari 5 persen menjadi 7 persen, produk kertas dan turunannya naik dari 5 persen menjadi 810 persen, serta besi, baja, dan barang dari besi/baja naik dari 5 persen menjadi 820 persen.

Baca juga : Menag Ikut Senang

Seperti diketahui, nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk produk-produk tersebut mencapai lebih dari 624 juta dolar AS. “Kenaikan bea masuk untuk produk tersebut berkisar dari 0,5 persen hingga 15 persen sehingga akan berdampak langsung terhadap ekspor Indonesia ke Arab Saudi,” katanya.

Namun, lanjut Kasan, ada produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak terdampak kenaikan bea masuk tersebut. Seperti produk sawit dan turunannya, produk kayu, serta produk daging dan ikan. Selain itu, produk vitamin, makanan laut, beras, sayur dan buahbuahan, serta berbagai macam produk yang mendukung peningkatan imunitas tubuh masih diberikan relaksasi impor oleh Arab Saudi.

Baca juga : FK UHAMKA Buka Bimbingan Belajar Masuk Fakultas Kedokteran

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menilai, dalam kondisi ekonomi yang tak menentu, hampir semua perusahaan di dalam dan luar negeri cenderung menahan diri untuk kegiatan ekonomi yang bersifat ekspansif. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.