Dark/Light Mode

Sepanjang Semester I-2020

Bulog Sukses Serap 700 Ton Beras Petani

Jumat, 3 Juli 2020 15:03 WIB
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (kanan).
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (kanan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog selama semester I Tahun 2020 telah membeli beras petani secara langsung sebanyak 700 ton beras selama masa pandemic Covid-19.

Tujuannya untuk menyelamatkan kehidupan petani yang terimbas dampak wabah tersebut, sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya tetap konsisten membantu kehidupan petani, terlebih di masa sulit seperti sekarang. 

"Hal ini dilakukan melalui kelompok tani, kelompok penggilingan dan stakeholder lainnya. Yang Bulog lakukan juga sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah,” ujarnya, di Jakarta, Kemarin (2/7) .

Baca juga : Semester I, Bulog Serap 700 Ton Beras Petani

Mantan Kepala BNN tersebut menuturkan, realisasi pengadaan beras dalam negeri per 30 Juni 2020 mencapai 700 ribu ton yang tersebar di semua wilayah kerja Perum Bulog seluruh Indonesia.

Menurutnya, penyerapan beras bisa tercapai berkat kerja keras seluruh karyawan dan kekuatan jaringan Bulog di seluruh Indonesia di tengah masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, petani betul-betul perlu dibantu itu sebabnya satuan kerja pengadaan dan para mitra kerja terus melakukan penyerapan beras tanpa henti selama pandemic sejak awal tahun hingga akhir Juni 2020.

"Satuan kerja Pengadaan Perum Bulog menyerap 365 ribu ton setara beras, sedangka mitra kerja yang terdiri dari koperasi dan non koperasi menyerap 335ribu ton,” katanya.

Baca juga : Mendagri Minta Polri Dukung Pilkada Serentak 2020 Sukses dan Aman Covid-19

Ia memastikan, target pengadaan gabah atau beras dalam negeri tahun 2020 sebanyak 1,4 juta ton setara beras.

Jumlah tersebut sudah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kondisi di lapangan. Di mana, penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi Covid-19.

“Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat memulihkan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi selama pandemi Covid-19 ini," katanya.

Ia menambahkan, penyerapan gabah/beras oleh perum Bulog dilakukan siang dan malam dengan pola “shifting” atau piket yang terkelola dengan baik di tengah situasi pandemi Covid-19.

Baca juga : Bulog Tunda Ekspor 100 Ribu Ton Beras Ke Arab Akibat Covid

"Jadi, kegiatan operasional di Bulog termasuk kegiatan penyerapan gabah atau beras dalam negeri tetap terlaksana dengan baik," tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.