Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BI & Ekonom Kompak Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 2019
Jumat, 23 November 2018 15:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rezim suku bunga tinggi yang mulai berjalan bakal berdampak ke pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) berencana menurunkan target pertumbuhan ekonomi di 2019.
Baca juga : Bisnis Properti Butuh Obat Kuat
Menurut Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, salah satu pendorong tingginya suku bunga domestik lantaran gejolak ekonomi dunia yang belum juga surut. Mengacu pada kondisi tersebut, BI berniat memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2019, meskipun proyeksi pertumbuhan nantinya tidak akan jauh berbeda.
Baca juga : Luhut Dan Brodjo Tepis Asing Bakal Jajah UMKM
"Kisarannya lebih rendah. Sebelumnya, BI memperkirakan ekonomi akan tumbuh dalam kisaran 5,1-5,5 persen, di 2019 lebih kecil sedikit, tapi masih dalam rentang yang tidak jauh berbeda," ucapnya. Ia enggan menyebut angka proyeksi terbaru pertumbuhan tahun depan. Katanya, BI akan mengumumkannya saat Pertemuan Tahunan BI dalam waktu dekat. "Untuk outlook kami putuskan ditunda pengumumannya. Kita tunda sampai pertemuan tahunan BI di 27 November 2018," tambahnya.
Baca juga : Jokowi: Kebijakan Investasi Dievaluasi Secara Berkala
Meski begitu, diakui Dody, kenaikan suku bunga hingga 175 basis poin (bps) tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini. Di mana prediksi pertumbuhan ekonomi 2018 masih di kisaran 5,1 persen. "Rezim suku bunga tinggi nantinya akan berpengaruh terhadap investasi. Dunia usaha akan menahan diri untuk berinvestasi. Hal itu lantas membuat impor juga akan turun dalam neraca transaksi berjalan. Namun penurunan itu tidak bersifat positif lantaran disebabkan turunnya kegiatan ekonomi," cetus Dody.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya