Dark/Light Mode

Dapat Dukungan Presiden

Kadin Bilang, Pendapatan Petani Melonjak 200 Persen

Kamis, 19 Nopember 2020 05:39 WIB
Ketua Kadin Indonesia, Rosan Roeslani
Ketua Kadin Indonesia, Rosan Roeslani

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mendukung program Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk meningkatkan kinerja sektor pangan nasional dalam bentuk model kemitraan inclusive closed loop dengan petani.

Jokowi minta Kadin melibatkan 2 juta petani swadaya dalam skema inclusive closed loop

Dia yakin, Kadin bisa merealisasikannya. Sebab, kadin telah berhasil mendampingi 1 juta petani swadaya pada awal tahun ini. 

“Saya sangat berharap model bisnis kolaboratif yang inklusif ini bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Jokowi dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) yang ke-5, kemarin. 

Inclusive closed loop adalah cara untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan. Program ini merupakan kemitraan antara pemerintah, pengusaha, dan petani yang saling menguntungkan dari hulu hingga hilir. 

Dalam skema ini, petani tak hanya terhubung dengan pemerintah, namun dengan lembaga keuangan, perusahaan, hingga ritel. 

Berita Terkait : Jokowi Siap Jadi Penerima Vaksin Covid Pertama

Tujuannya adalah sinergi seluruh mata rantai pertanian agar menciptakan efisiensi dan peningkatan kualitas komoditas. 

Selain itu, Jokowi juga menyatakan, mendukung berbagai inisiatif yang melibatkan para petani, koperasi, perbankan, dan para pengambil kebijakan. 

Beberapa inisiatif yang sedang berjalan seperti penerapan inclusive closed loop di lahan pertanian cabe di Garut, Jawa Barat dan industri minyak sawit perlu terus dikembangkan dan diperbaharui agar produktivitas serta nilai tambah petani semakin meningkat. 

“Inclusive closed loop juga perlu direplikasi dan diperbanyak ke daerah daerah lainnya,” jelasnya. Jokowi menuturkan, saat ini banyak negara di dunia yang mengutamakan pentingnya pengembangan sektor pangan. 

Hal ini bukan karena krisis akibat pandemi Covid-19 saja, tapi juga karena kebutuhan pangan sejalan dengan melonjaknya populasi penduduk di seluruh dunia. 

“Lonjakan populasi dunia itu hampir setengahnya berada di kawasan Asia, termasuk di China, India, dan Indonesia,” imbuhnya. 

Berita Terkait : Dapat Bintang Mahaputera, Amran Sulaiman: Ini Penghargaan Untuk Petani Indonesia

Menurutnya, situasi ini kemudian membuka peluang yang menjanjikan bagi sektor pangan, karena kebutuhannya dan pasarnya sangat besar. 

Namun, dalam melakukan pengembangan, membutuhkan caracara baru yang inovatif. 

Untuk itu, Indonesia perlu melompat dengan cara-cara baru dengan skala produksi yang lebih besar dengan peran sentral korporasi petani. 

Di antaranya, dengan mengedepankan nilai tambah di tahap on farm maupun off farm dan berbasis teknologi modern yang dapat mendukung efisiensi dan produktivitas. 

“Tentunya dengan tetap memberikan kesejahteraan yang lebih baik ke para petani dan sektor-sektor pendukungnya,” ucapnya. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja menyatakan siap melaksanakan arahan untuk meningkatkan pendampingan terhadap 2 juta petani. 

Berita Terkait : Presiden Anugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan pada 71 Tokoh

Franky mengatakan, saat membuka JFSS  ketiga pada 2015 lalu Presiden Jokowi memberi target kepada Kadin untuk memberi pendampingan kepada 1 juta petani dari sebelumnya 200 ribuan petani. 

Dan, Kadin bersama dengan Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) telah berhasil mewujudkan target itu pada awal 2020. 

Menurutnya, para petani yang mendapatkan pendampingan tersebar di seluruh Indonesia dan telah mampu meningkatkan produktivitas sekitar 70 persen dan pendapatan sekitar 50-200 persen “Kadin bersama PISAgro, bertekad untuk meningkatkan pendampingan menjadi dua juta petani,” katanya. [KPJ]