Dark/Light Mode

Teken Kontrak Rp 10 Triliun

UMKM Pelanggan Jargas Di Jabar Makin Gampang Dapat Modal Usaha

Kamis, 19 Nopember 2020 11:40 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Rantai Pasok, Rico Rustombi
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Rantai Pasok, Rico Rustombi

RM.id  Rakyat Merdeka - Di masa pandemi permodalan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat dibutuhkan. Fintechh P2P Lending Lumbung Dana Indonesia menandatangani kontrak dengan PT Jasa Sarana senilai Rp 10 triliun.

Dana tersebut untuk akses permodalan UMKM dan retail sebanyak 1 juta pelanggan jaringan gas (Jargas) di Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Rantai Pasok, Rico Rustombi menerangkan bahwa program itu merupakan salah satu upaya inovasi akses permodalan di tengah tekanan masa pandemi Covid-19, untuk mengakselarasi dan memberikan akses permodalan dan pembiayaan dalam upaya memajukan UMKM.

"Kadin Indonesia sangat mengapresiasi kerja sama yang telah dijalin. Kerjasama ini akan memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak dan masyarakat untuk kemajuan dan pengembangan UMKM," katanya dalam keterangan pers.

Baca Juga : Kementan Komitmen Cegah Resistensi Antimikroba Pada Ternak

Adapun penandatanganan itu sudah dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan JABAR Investment Summit, Senin (16/11).

Pihaknya berharap dengan tersedianya akses pembiayaan permodalan, maka sambungan jaringan gas bisa segera diwujudkan untuk pelaku UMKM dan Retail sehingga ekonomi Jawa Barat semakin menggeliat.

“Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat dan pemerintah yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada pelaku atau penyelenggara Platform P2P lending untuk berpartisipasi dalam mengakselerasi kualitas pembiayaan permodalan untuk UMKM,” kata Rico.

Pada kesempatan Jabar Investment Summit 2020, Rico juga menyampaikan perkembangan penyaluran pendanaan untuk kebutuhan modal usaha UMKM dan retail dari Fintech P2P terus meningkat dan berkontribusi positif bagi pembangunan perekonomian nasional.

Baca Juga : Mo Salah Corona, Lima Bek Liverpool Cedera

Rico mengungkapkan, sampai saat ini sudah hampir Rp 129 triliun dana pinjaman telah tersalurkan melalui Fintech.

Pencapaian ini sebuah proses dan elaborasi serta inovasi yang efektif dan berjalan dengan baik antara seluruh stakeholder yaitu masyarakat, Penyelenggara Platform, Pemerintah serta OJK sebagai Regulator yang konsisten mengayomi perkembangan industri fintech di Indonesia.

Lebih jauh, Rico yang juga merupakan Founder PT Lumbung Dana, mengatakan bahwa Lumbung Dana Indonesia akan mengambil peran aktif tidak hanya sebagai perantara penyaluran pendanaan.

Namun kata dia, juga berperan sebagai penggerak utama literasi digital masyarakat, sebagai pendamping perencana keuangan, serta memperluas akses permodalan UMKM dan akses pemasaran, sejalan dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2020 terkait dengan Cipta Kerja, yang diharapkan bisa melakukan transformasi ekonomi secara nasional.

Baca Juga : DPR Prihatin Daerah Sumbawa Belum Semua Teraliri Listrik

“Seharusnya akselerasi pemulihan dan pertumbuhanan ekonomi nasional, terutama di bidang inklusi keuangan dan teknologi digital, dengan kolaborasi lintas sektoral yang efektif bisa segera diwujudkan,” kata Rico.
 Selanjutnya