Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Walau Cuti Bersama Dipangkas
BUMN Pariwisata Pede Raup Cuan Akhir Tahun
Kamis, 17 Desember 2020 05:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pariwisata tetap pede akan meraup cuan alias untung besar pada momen libur akhir tahun, meskipun libur cuti bersama dipangkas pemerintah.
Public Relations Manager PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN, Rita Rosita bilang, potensi pertumbuhan bisnis akan selalu terbuka, meskipun libur cuti bersama dipangkas. Diprediksi, tetap ada masyarakat yang akan memanfaatkan libur akhir tahun untuk berlibur. Terutama, mereka yang bekerja di sektor swasta karena tidak terdampak kebijakan pemerintah itu.
“Dalam kondisi pandemi, peluang pertumbuhannya tentu tidak sebaik tahun sebelumnya. Tapi, yang pasti, akan ada peningkatan okupansi tingkat hunian hotel,” ungkap Rita kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Namun demikian, lanjut Rita, soal peluang raup untung di akhir tahun, tentu sangat dipengaruhi daerah atau lokasi hotel.
Rita membeberkan tingkat hunian (okupasi) beberapa hotel HIN. Antara lain, okupasi Grand Inna Kuta, di kawasan Kuta, Bali mencapai 100 persen. Inaya Putri Bali 80 persen. Hotel Inna Parapat di Dana Toba, 100 persen. Menurutnya, hotel HIN lainnya juga tidak kalah permintaan.
Baca juga : Usahid Kampus Pertama yang Gelar Wisuda Drive Thru dan Virtual
“Grand Inna Malioboro (Yogyakarta) Grand Inna, Grand Inna Tunjungan (Surabaya) menunjukkan tren peningkatan,” ujarnya.
Rita menegaskan, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Corona, semua kegiatan di hotel HIN menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan mengacu pada SOP CHSE (Standard Operating Procedure-Cleanliness, Health, Safety, and Environmentally Sustainable) secara ketat.
“Protokol kesehatan itu kami terapkan dengan disiplin untuk tamu, para karyawan, dan siapa saja yang memasuki area hotel,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Dia optimistis tetap meraup untung pada momen libur akhir tahun. Hanya saja diakuinya, kebijakan pemangkasan cuti bersama, tetap memberikan pengaruh.
“Kami sempat menargetkan peningkatan penumpang 30 persen. Tetapi proyeksinya mungkin menjadi 20 persen,” ujar Irfan kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : ASN Nekat Liburan, Tunjangan Dipangkas
Irfan menegaskan, pihaknya mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Corona. Menurutnya, dalam kondisi pandemi, pihaknya harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan terjadi perubahan kebijakan.
Dirut PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi juga menyatakan hal serupa.
“Kami prediksi ada potensi peningkatan trafik penumpang, dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya,” ujar Faik dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka.
Faik melihat, selama masih ada hari libur di akhir tahun, maka potensi peningkatan trafik penerbangan akan selalu terjadi.
Oleh sebab itu, Faik mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi yang ketat dengan seluruh stakeholder melalui Posko Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru 2020-2021. Hal ini untuk memastikan protokol kesehatan berjalan ketat meskipun ada kenaikan jumlah penumpang.
Baca juga : Jadi Mesin Utama Birokrasi, ASN Penentu Terwujudnya Pemerintahan Kelas Dunia Tahun 2024
Dia memprediksi puncak arus mudik Natal 23 Desember, dan arus balik mudik Natal 27 Desember 2020. Sedangkan puncak kepadatan arus mudik libur Tahun Baru 30 Desember 2020, dan arus balik 3 Januari 2021.
“Kemungkinan akan mencapai 2,3 juta sampai 2,5 juta orang yang mengunjungi bandara,” pungkasnya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya