Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kurangi Ketergantungan Impor
BUMN Akan Produksi Bahan Baku Parasetamol
Minggu, 3 Januari 2021 05:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) bekerja sama untuk memproduksi bahan baku obat paracetamol. Langkah ini dipastikan akan mengurangi impor produk kesehatan tersebut.
Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengungkapkan, pihaknya bersama Pertamina telah menandatangani pokok-pokok perjanjian (Heads of Agreement/HoA) untuk pengembangan proyek tersebut.
“Rencananya, kami akan mulai memproduksi paracetamol dari bahan baku kimia benzene dari Pertamina (induk holding PT Kilang Pertamina Internasional/PT KPI),” ungkap Ganti, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Iran-Kuba Gelar Kerjasama Produksi Vaksin Corona
Nantinya, papar Ganti, hasil produksi bahan baku tersebut akan digunakan oleh industri farmasi Indonesia untuk memproduksi obat yang mengandung paracetamol.
“Jadi ke depannya, industri farmasi Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahan baku paracetamol,” katanya.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury membenarkan, Pertamina melalui Subholding Refining & Petrochemical PT KPI bersama Kimia Farma, akan membangun pabrik farmasi paracetamol berkapasitas 3.800 ton per annum (TPA) sebagai turunan produk petrokimia, yaitu benzene.
Baca juga : Presiden Taiwan Ajak China Dialog
Pahala bilang, kondisi pandemi selama setahun terakhir ini, telah mendorong semua pihak untuk terus belajar. Khususnya dalam berinovasi di sektor kesehatan.
“Kita sama-sama belajar, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kesehatan menjadi modal utama yang tidak terpisahkan dalam rangka memulihkan ekonomi nasional,” katanya.
Untuk itu, Kementerian BUMN mengapresiasi langkah sinergi antar perusahaan pelat merah tersebut. Sebab, kerja sama ini tidak hanya dapat mengurangi impor bahan baku produksi obat, tetapi juga mendorong optimalisasi produk kilang.
Baca juga : HMI Dukung Langkah Pemerintah Tertibkan Ormas Tak Sesuai Pancasila
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, kedua perusahaan sepakat mengolah lebih lanjut salah satu produk petrokimia, yaitu benzene dan propylene, yang berasal dari kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap.
“Nantinya, kedua produk petrokimia ini dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF), yang akan menjadi bahan baku farmasi. Salah satunya paracetamol,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya