Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kurangi Ketergantungan Impor
BUMN Akan Produksi Bahan Baku Parasetamol
Minggu, 3 Januari 2021 05:39 WIB
Sebelumnya
Untuk merealisasikan rencana tersebut, sambung Nicke, keduanya akan melanjutkan kajian skema kerja sama bisnis, berdasarkan hasil dari joint study yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Kajian tersebut meliputi penyediaan bahan baku benzene, rencana offtake produk, skema transaksi dan kajian komersial,” katanya.
Ia menilai, inisiasi proyek ini tidak terlepas dari fakta, bahwa produk farmasi merupakan salah satu kebutuhan yang sangat esensial dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia.
Baca juga : Iran-Kuba Gelar Kerjasama Produksi Vaksin Corona
Apalagi pada 2019, tercatat angka permintaan (demand) industri farmasi nasional telah tumbuh hingga Rp 88,6 triliun.
“Tapi sayangnya, sebesar 95 persen dari kebutuhan BBO (bahan baku obat) masih dipenuhi dari impor,” sesalnya.
Menurut data dari Kementerian Perindustrian, industri farmasi nasional masih mengimpor 7 ribu ton parasetamol per tahun senilai 32,5 juta dolar AS atau setara Rp 452 triliun.
Baca juga : Presiden Taiwan Ajak China Dialog
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengakui, pihaknya selaku Holding BUMN Farmasi telah memiliki roadmap untuk mengurangi bahan baku impor tersebut.
Salah satu upaya untuk memperkuat value chain ekosistem industri kesehatan ini, adalah dengan pendirian pabrik BBO Kimia Farma Sungwun Pharmacopia. Yaitu gabungan antara PT Kimia Farma dengan PT Sungwun Pharmacopia Indonesia, sebagai perwakilan dari Sungwun Pharmacopia Co Ltd dari Korea Selatan.
“Kami menggandeng partner strategis. Kami harap, efisiensi dari kerja sama bisnis ini dapat terwujud,” sambungnya.
Baca juga : HMI Dukung Langkah Pemerintah Tertibkan Ormas Tak Sesuai Pancasila
Ia berharap, kerja sama ini dapat menjadi solusi atas permasalahan ketersediaan bahan baku produk, serta mendukung ekosistem farmasi di Indonesia.
“Semoga sinergi ini dapat memperkuat kemandirian industri farmasi nasional. Sekaligus meningkatkan value chain produk petrokimia yang dihasilkan Pertamina,” tandasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya