Dark/Light Mode

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta, BI: Kuncinya Stabilitas Harga

Senin, 25 Maret 2019 12:42 WIB
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo (kiri) menyaksikan serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta dari Trisno Nugroho (kanan) kepada Hamid Ponco Wibowo (kedua kanan) di Jakarta, Senin (25/3). (Foto: BI)
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo (kiri) menyaksikan serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta dari Trisno Nugroho (kanan) kepada Hamid Ponco Wibowo (kedua kanan) di Jakarta, Senin (25/3). (Foto: BI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) mencatat stabilitas harga menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Provinsi DKI Jakarta.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, kerja sama yang erat dan koordinasi yang terjalin antara BI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mampu menjaga inflasi Ibukota pada level yang rendah dan terkendali. Keberhasilan ini mengantarkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan sebagai TPID Provinsi terbaik se-Jawa pada pagelaran Rakornas TPID 2017.

“Inflasi DKI Jakarta di 2018 sebesar 3,3 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,7 persen. Ini searah searah dengan sasaran capaian inflasi nasional 3,5±1 persen,” ujarnya dalam pada acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Senin (25/3). Sertijab dilakukan kepada Hamid Ponco Wibowo sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta yang baru menggantikan Trisno Nugroho.

Baca juga : 3 Desa Dibantu Kemendes

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta juga telah menghasilkan pencapaian yang positif, dengan share perekonomian yang terbesar 17 persen dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Pada 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta tetap terjaga sebesar 6,2 persen. Pertumbuhan itu ditopang kinerja positif beberapa sektor utama, yaitu Perdagangan, Industri Pengolahan dan Konstruksi.

“Komitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam memajukan perekonomian nasional dan daerah, termasuk di Provinsi DKI Jakarta menjadi barometer perekonomian Indonesia,” katanya.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan apresiasi atas sinergi BI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah berjuang bersama-sama mewujudkan kondisi ekonomi yang positif di ibukota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga senantiasa menggunakan data-data dan analisis dari BI untuk pengambilan kebijakan bagi pembangunan ekonomi Jakarta.

Baca juga : Jokowi Usulkan Bakso Jadi Makanan Kuliner Khas Nusantara

“Termasuk dalam pemetaan atas pemenuhan permintaan dan penawaran kebutuhan pokok dan stabilitas harga (inflasi),” katanya.

Lebih lanjut, Dody juga mengapresiasi sinergi dan kerja sama yang telah dibangun selama ini untuk mensukseskan pengembangan ekosistem nontunai di DKI Jakarta.  Di antaranya dalam wujud elektronifikasi pada seluruh transaksi pemerintah provinsi, integrasi pembayaran moda transportasi, dan penyaluran bantuan sosial secara nontunai bekerjasama dengan Bulog, BUMD dan Perbankan.

Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta akan memasuki babak baru melalui peningkatan status dan fungsi barunya sebagai advisor bagi pemerintah daerah dalam hal pemberdayaan ekonomi dan keuangan syariah, perizinan dan pengawasan sistem pemerintahan, elektronifikasi, serta perlindungan konsumen, termasuk kedudukan pimpinan dengan rentang jabatan dan tanggungjawab yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan peningkatan status dan fungsi tersebut, maka diharapkan akan memperkuat value preposition BI kepada stakeholder secara prima. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.