Dark/Light Mode

Awal Pekan Rupiah Dibuka Tak Berdaya

Senin, 25 Januari 2021 09:56 WIB
Ilustrasi/ist
Ilustrasi/ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,15 persen di posisi Rp 14.055 per dolar AS dibandingkan perdagangan Jumat (22/1) sore di posisi Rp 14.035 per dolar AS.

Tak jauh berbeda, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menurun 0,17 persen, ringgit Malaysia melemah 0,11 persen, yen Jepang turun 0,07 persen, dolar Taiwan turun 0,03 persen, dan yuan China juga loyo di 0,06 persen.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya, melemah berada di 90,205 dari level di atas 90,6.

Berita Terkait : Akhir Pekan, Rupiah Masih Galau Aja

Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,03 persen ke level Rp 17.144, terhadap dolar Singapura menguat 0,19 persen ke level Rp 10.565 dan terhadap yen Jepang juga menguat 0,05 persen di level Rp 135,06.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra melihat, aset berisiko seperti indeks saham Asia mengalami kenaikan.

Pasar kemungkinan masih merespon positif rencana pemerintahan Joe Biden untuk merilis stimulus sebesar 1,9 triliun dolar Amerika Serikat.

Berita Terkait : Dibuka Stagnan, Rupiah Butuh Keajaiban

“Sentimen ini mungkin bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini,” imbuhnya, Senin (25/1).

Namun di sisi lain, pasar juga mengkhawatirkan kasus Covid-19 yang terus menaik di dunia dan juga di Indonesia yang memicu pembatasan aktivitas baru. Hal tersebut sambung Ariston, bisa memberikan tekanan untuk rupiah.

Selain itu, bila pasar kembali merespon kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, rupiah juga berpotensi melemah kembali.

Berita Terkait : Dolar AS Menguat, Rupiah Butuh Vitamin

“Sepanjang hari ini, potensi kisaran berada di kisaran Rp 14.000 sampai Rp 14.100 per dolar AS,” ucapnya. [DWI]